Kemenkop Rancang Model Bisnis Dorong UMKM Serap KUR Lebih Besar

0
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki rancang Program 100 Hari Pemberdayaan Koperasi dan UMKM (Humas Kemenkop)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Koperasi dan Usaha kecil Menengah merancang model bisnis untuk mendorong pelaku UMKM menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Dana Bergulir lebih besar.

“Kemenkop dan UKM sedang merancang bentuk bisnis model kemitraan UMKM dalam kluster untuk bermitra dengan usaha besar supaya penyerapan KUR atau dana bergulir lain bisa dalam skala besar,” kata Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan dengan model kemitraan itu maka pertumbuhan UKM dapat dirasakan.

Teten mengatakan sesuai arahan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, insentif untuk pelaku UMKM perlu mendapat perhatian.

“Pak Menko Perekonomian menyampaikan pentingnya masalah pembiayaan UMKM, perlu ada penambahan tetapi tetap melalui KUR,” katanya.

Menurut dia, pelaku UMKM bukan hanya membutuhkan modal kerja tapi juga modal investasi untuk pemgembangan usaha.

“Sekarang KUR sulit untuk investasi karena jangka pendek, dan penyerapan KUR ini juga rendah karena bank khawatir dengan kredit macet sehingga sangat hati hati betul akibatnya penerima KUR relatif rendah,” katanya.

Ia menyebutkan harus ada pendekatan baru supaya ada agregasi pertumbuhan dari UMKM dengan pembiayaan yang bersifat agregat.

“Kita di Kemenkop dan UKM sedang merancang bentuk bisnis model kemitraan antara UMKM dalam kluster untuk bermitra dengan usaha besar supaya penyerapan KUR atau dana bergulir lain bisa dalam skala besar,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah model bisnis itu bisa berjalan mulai 2020, Teten mengatakan OJK sudah berpikir sama dari sisi regulasi, keuangan dan penjaminan.

“OJK sudah siap, mestinya 2020 sudah bisa jalan,” katanya.

Mengenai kerja sama dengan pihak lain, Teten mengatakan ia sudah mengajak GoJek, Gofood untuk memajukan UMKM.

“Mereka sangat signifikan memperbesar volume perdagangan UMKM,” katanya.

Menurut dia, dengan penanganan secara kolektif maka penyerapan KUR atau dana bergulir akan lebih besar.

“Ini kalau satu per satu mengajukan KUR tidak efisien, tidak kelihatan dampaknya. Kita perlu kolektif jumlahnya ratusan, ribuan tapi harus ada avalisnya. Kita bisa kembangkan dengan Tokopedia, Bukalapak, Blibli atau dengan online lain, bisa juga seperti Matahari, Ramayana di mana produk UMKM banyak apalagi BUMN,” katanya. (Yunafry/Ant)