Kemenkop Tingkatkan Ketahanan Usaha Bagi KUMKM

0

JAKARTA (Suara Karya): Potensi rawan bencana di beberapa wilayah Indonesia cukup tinggi, termasuk di wilayah Provinsi D.I.Yogyakarta yang telah beberapa kali terjadi musibah meletusnya gunung Merapi, gempa bumi, banjir bandang yang semuanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material lainnya, termasuk usaha para KUMKM.

“Sehingga Kementerian Koperasi dan UKM berupaya, agar pelaku usaha khususnya di wilayah Yogyakarta dapat terus mempertahankan usahanya meski dilanda bencana,” kata Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Sutarmo, pada acara Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM, di wilayah rawan bencana, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, beberapa hari lalu.

Di depan peserta 40 orang UMK dari berbagai sektor usaha, Sutarmo menyebutkan, program antisipasi/mitigasi resiko bencana harus dilakukan berbagai Kementerian/Lembaga, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM.

“Tujuan dari Bimtek untuk mengurangi resiko usaha agar dampak bencana bagi KUMKM dapat diminimalisir,” kata Sutarmo.

Output dari kegiatan ini diantaranya memperoleh semangat berusaha kembali bagi KUMKM yang terdampak bencana, memperoleh kiat-kiat bagaimana mempertahankan bisnis di kala terjadi musibah bencana agar mampu menjaga kontinuitas bisnisnya.

“Juga memperoleh pendampingan kepengurusan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) melalui Online Single Submission (OSS),” katanya.

Sementara Kepala Dinas KUMKM Kabupaten Sleman Pustopo mengharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan KUMKM yang pada gilirannya dapat naik kelas, serta dapat membantu menekan tingkat kemiskinan di wilayah Kabupaten Sleman.

“Saya juga mengharapkan kegiatan ini dapat membantu menurunkan tingkat kemiskinan, dimana pada tahun ini Pemda Sleman mentargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 8% yang semula 9%,” tukas dia.

Dalam kesempatan ini juga turut disosialisasikan program strategis Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka penguatan daya saing yaitu Early Warning System (EWS), PLUT-KUMKM, Kemitraan Rantai Nilai dan Rantai Pasok dengan Usaha Besar, Rehabilitasi UMK Pasca bencana dan Program IUMK melalui sistem online.

Hasil pendampingan kepengurusan IUMK melalui sistem OSS, diserahkan secara langsung NIB dan IUMK kepada dua pelaku usaha Mikro yang memproduksi makanan ringan yaitu Nurida Royani UMK dari dan Puji Rahayu, masing-masing dari Kecamatan Pakem. (Gan)