Kemenparekraf Revitalisasi Infrastruktur Pendukung Wisata Pantai Kuta

0
Kemenparekraf revitalisasi infrastruktur pendukung wisata Pantai Kuta (Kemenparekraf)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merevitalisasi infrastruktur pendukung pariwisata termasuk toilet di Pantai Kuta, Bali, sebagai salah satu atraksi wisata di destinasi favorit wisatawan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari, Jumat, mengatakan infrastruktur pendukung pariwisata termasuk toilet bersih menjadi indikasi destinasi yang dikelola dengan baik dan berkualitas.

“Toilet yang bersih mengindikasikan jika destinasi juga bersih. Apalagi kita melakukan standar penerapan protokol kesehatan dengan program CHSE atau ‘Cleanliness, Health, Safety, Environment’,” ujar Hari Sungkari.

Ia mengatakan Pantai Kuta yang berada di Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan sehingga perlu direvitalisasi agar semakin nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

Untuk itu, Kemenparekraf/Baparekraf melakukan kegiatan revitalisasi toilet sebagai salah satu infrastruktur pendukung pariwisata yang penting.

Kegiatan Revitalisasi Toilet di Pantai Kuta diresmikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari, didampingi Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Wawan Gunawan, dan Sekretaris Dinas Pariwisara Kabupaten Badung, AA Yuyun H. Enni, pada 11 Desember 2020.

Hari Sungkari mengatakan Program Toilet Bersih ini merupakan toilet kedua yang direvitalisasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf di kawasan Pantai Kuta.

Hari Sungkari menambahkan, pengelola destinasi juga telah membuktikan komitmennya untuk memelihara dan menjaga toilet pertama yang telah direvitalisasi.

Sementara Direktur Pengembangan Destinasi Wisata Regional II Kemenparekraf, Wawan Gunawan, mengatakan fasilitas yang baik membuat pengunjung semakin senang dan nyaman saat menikmati suasana pantai.

“Ke depan kami akan terus berupaya bersinergi dengan pemda dan kementerian atau lembaga terkait untuk meningkatkan amenitas, kenyamanan pengunjung dengan tetap mengutamakan kebersihan, kesehatan, dan keamanan dalam berwisata,” kata Wawan Gunawan. (M Chandra)