Kemenperin Fasilitasi IKM Alat Angkut Dengan Produsen Sepeda

0
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih bersama Direktur PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) Henry Mulyadi meninjau berbagai produk sepedaan United Bike di Bogor, Kamis (3/12). (ANTARA/HO/Kementerian Perindustrian)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri skala besar dengan industri kecil menengah (IKM), di antaranya mengolaborasikan IKM alat angkut dengan produsen sepeda.

“Salah satunya yang kami inisiasi adalah kemitraan antara PT Terang Dunia Internusa (United Bike) dengan IKM alat angkut,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih pada Forum Group Discussion (FGD) tentang Penguatan Peran IKM Alat Angkut dalam Industri Sepeda di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Melalui keterangan tertulis, Gati menjelaskan pihaknya mendorong IKM alat angkut merebut peluang memasok kebutuhan komponen sepeda maupun aksesorisnya. Hal ini, kata dia, sekaligus menjalankan target pemerintah dalam mengakselerasi program substitusi impor di sektor industri.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Bapak Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke pabrik United Bike beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Gati mengatakan tahun ini terjadi lonjakan minat masyarakat Indonesia bersepeda yang mendongkrak pertumbuhan industri sepeda dalam negeri.

”Namun, pemenuhan kebutuhan komponen sepeda dan aksesorisnya dari rantai pasok global merupakan tantangan yang harus dihadapi industri sepeda di Tanah Air dalam mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ” katanya.

Selama ini, guna mencari pemasok yang tepat, industri sepeda memerlukan akses informasi mengenai keberadaan dan kemampuan industri komponen dalam negeri.

Padahal, kata dia, saat ini terdapat 350 pelaku IKM alat angkut yang tersebar di sentra-sentra produksi, yang telah menjadi pemasok bagi industri otomotif nasional sebagai tier 2 dan tier 3.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa IKM alat angkut telah mampu untuk menyuplai komponen yang memenuhi standar kualitas industri secara konsisten, sehingga memiliki potensi untuk dapat berperan di dalam rantai pasok industri sepeda nasional,” kata Gati.

Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat untuk menjembatani pertemuan kebutuhan industri sepeda dengan kemampuan IKM dalam mendukung industri sepeda dalam negeri.

Wujud implementasinya, Kemenperin memfasilitasi penandatanganan MoU dan MoA antara PT Terang Dunia Internusa dengan PT. Laksana Tekhnik Makmur.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam terciptanya sinergi antar pelaku industri lokal yang saling menopang, ” katanya.

Gati mengapresiasi PT. Terang Dunia Internusa atas komitmennya dalam mendukung pemenuhan komponen dan aksesoris sepeda oleh industri dalam negeri khususnya dari IKM.

“Kami berharap momen ini dapat menjadi langkah awal dalam penguatan peran IKM dalam industri sepeda sehingga akan lebih banyak lagi upaya kemitraan yang memiliki teknologi maju dengan akses besar, mampu mentransfer kemampuan dan membuka pintu pasar bagi IKM,” tegasnya.

Lebih lanjut, kerja sama ini menjadi tonggak baru dalam upaya meningkatkan perekonomian negara lewat IKM, terutama yang erat kaitannya dengan industri sepeda.

“Dengan adanya kemitraan tersebut, diharapkan dapat memberi dampak positif bagi para pelaku industri sepeda lewat kualitas supply chain yang terjaga, quality control yang lebih mudah, serta membantu dalam hal penyerapan tenaga kerja,” kata Gati. (Yunafry)