Kementan Sebut Operasi Pasar Bawang di Surabaya Sukses Turunkan Harga

0
Warga antre membeli bawang merah murah saat operasi pasar di Pasar Pabean Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/4/2019). Operasi pasar yang digelar Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dengan menjual bawang merah harga Rp23.000 per kilogram itu untuk menstabilkan pasokan dan harga bawang merah. (ANTARA FOTO)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar untuk komoditas bawang merah dan bawang putih di Pasar Mangga Dua, Surabaya, pada Selasa (9/4) malam dan berhasil menurunkan harga bawang merah hingga Rp24.000 per kilogram.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura, Kementan, Yasid Taufik, mengatakan kegiatan operasi pasar di Surabaya juga telah dilakukan pada Senin (8/4) di Pasar Pabean dan Pasar Keputran, Surabaya. Kedua kegiatan tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak swasta.

“Bawang putih saat ini per kg menyentuh harga Rp45 ribu per kilogram. Di Pasar Mangga Dua ini kami melakukan operasi pasar bawang putih dengan harga Rp18 ribu sebanyak 16 ton, sementara bawang merah Rp23 ribu per kilogram sebanyak 7 ton,” kata Yasid melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Yasid menjelaskan harga bawang putih di pasar tersebut mencapai Rp40.000 per kg, sedangkan bawang merah Rp31.000 per kg. Di hari kedua operasi pasar, harga bawang merah turun hingga Rp24.000 per kg.

Ia memaparkan Kementan memobilisasi pelaku usaha yang peduli terhadap kepentingan petani dan konsumen untuk menstabilkan harga. Operasi pasar ini akan terus dilakukan ke depan baik itu di Jakarta atau Surabaya hingga harga kembali stabil.

“Banyak pelaku usaha yang mau peduli untuk kepentingan konsumen maupun petani. Terlaksananya operasi pasar ini menunjukan sumbangsih bagi masyarakat konsumen maupun petani bahwa pemerintah menjamin pasokan dan harga stabil,” katanya.

Ia menyebutkan harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp19.000–Rp21.000 per kg, dikarenakan keterlambatan panen dan masalah transportasi menyebabkan kenaikan harga.

Dalam operasi pasar ini, Kementan bekerja sama dengan pelaku usaha untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, yakni PT Cahaya Bahari, PT Aman Buana Putra dan CV Bawang Mas 99.

CEO CV Bawang Mas 99, Thio Herry mengatakan meski nyaris tidak mendatangkan keuntungan dari sisi ekonomis, pelaku usaha mengaku terpanggil dalam upaya stabilisasi harga ini.

“Kondisi ini tidak akan berlangsung lama, pasti sebentar lagi harga bawang akan turun di kisaran tiga sampai empat hari harga akan stabil,” ujarnya.

Hal serupa diakui Direktur PT Cahaya Bahari Jakarta, Hasan. Ia pun turut mengamini serupa agar operasi pasar berdampak signifikan pada penurunan harga atau stabil.

“Kami harap barang di sini lekas habis karena harga yang kita jual cukup fantastik dan terjangkau konsumen, maka dari itu diharapkan harga cepat turun,” kata Hasan. (Agus Sunarto)