Kementerian PANRB Beberkan ‘Passing Grade’ Seleksi PPPK JF Non-Guru

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menetapkan nilai ambang batas (passing grade) bagi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional (JF) Non-Guru.

“Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 1128/2021,” kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, Kementerian PANRB, Katmoko Ari Sambodo dalam Sosialisasi Kepmen PANRB tentang Nilai Ambang Batas PPPK Guru dan PPPK Non-Guru Tahun 2021, secara virtual, Jumat (3/9/21).

Katmoko menjelaskan, beleid itu memuat jenis seleksi kompetensi yang akan diujikan, nilai ambang batas, serta durasi pengerjaan serta jumlah soal. Ada 4 jenis seleksi kompetensi yang terdiri dari kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosio kultural, dan wawancara.

“Untuk nilai ambang batas bagi seleksi kompetensi teknis bervariasi dari 203 hingga 293, sesuai bidang teknis jabatan yang dilamar. Hal itu bisa dilihat dalam lampiran Kepmen No 1128/2021,” ucapnya.

Pada seleksi kompetensi manajerial dan sosio kultural, masing-masing sebesar 130 serta nilai ambang batas untuk wawancara adalah 24.

Peserta akan mengerjakan 3 materi seleksi kompetensi, yakni kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural dalam satu rangkaian waktu selama 120 menit. Waktu wawancara disiapkan selama 10 menit. Dalam rentang waktu 130 menit itu, peserta akan menghadapi total 145 butir soal.

Dalam Kepmen yang ditandatangani Menteri PANRB Tjahjo Kumolo pada 1 September 2021 lalu, peserta akan menghadapi 90 butir soal kompetensi teknis, 25 butir soal kompetensi manajerial dan 20 butir soal kompetensi sosial kultural. Untuk wawancara terdiri dari 10 butir soal.

Peserta PPPK JF dapat meraih total nilai akumulasi maksimal sebesar 690. Nilai maksimal untuk kompetensi teknis sebesar 450, kompetensi manajerial dan sosial kultural sebesar 200, serta 40 untuk wawancara.

Adapun bobot penilaian terbagi dua. Untuk kompetensi teknis, jawaban benar bernilai 5 poin, jika salah atau tidak menjawab bernilai 0. Bagi kompetensi manajerial dan wawancara, bobot nilai jawaban berjenjang dari 1 hingga 4 poin dan 0 poin jika tidak menjawab.

Sedangkan kompetensi sosial kultural, jenjang bobot nilai jawaban dimulai dari 1 poin dan 5 poin untuk bobot tertinggi.

Pelamar dengan penyandang disabilitas sensorik netra, terdapat diskresi waktu yang berbeda dengan kategori umum. Tambahan waktu diberikan sebesar 30 menit dengan total 150 menit. Untuk wawancara, tambahan waktu menjadi 15 menit.

“Total waktu seleksi kompetensi PPPK JF bagi penyandang disabilitas sensorik netra adalah 165 menit,” katanya.

Adanya penetapan nilai ambang batas ini merupakan penetapan standar agar PPPK yang direkrut memiliki standar kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai dengan tuntutan jabatan dan perannya sebagai penyelenggara pemerintahan dan pelayan masyarakat.

Ditambahkan, nilai ambang batas itu untuk mewujudkan PPPK yang bersih, kompeten dan melayani serta dapat memenuhi nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Katmoko juga membeberkan materi seleksi kompetensi yang akan diujikan. Materi untuk PPPK JF tak berbeda dengan PPPK Guru.

Materi soal kompetensi teknis akan menguji dan menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan. Adapun soal kompetensi teknis ini sesuai dengan masing-masing jabatan yang dilamar.

Ia mencontohkan, arsiparis ahli pertama akan menghadapi soal-soal kearsipan. Begitu pun pranata humas, soal yang akan dihadapi terkait kehumasan.

“Walaupun demikian, materi soalnya akan berbeda dengan materi soal SKB pada Seleksi CPNS. Karena sasaran yang dituju untuk PPPK berbeda dengan CPNS,” kata Katmoko menegaskan.

Kompetensi manajerial akan menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau perilaku dalam berorganisasi. Pengamatan, pengukuran, dan pengembangan kompetensi manajerial mencakup 8 hal, yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan dan pengambilan keputusan.

Materi soal kompetensi sosial kultural terdiri dari 4, yakni kepekaan terhadap perbedaan budaya, kemampuan berhubungan sosial, kepekaan terhadap konflik, dan empati. Ke-4 materi akan menilai pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk yang harus dipenuhi setiap pemegang jabatan, untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi, dan jabatan sebagai perekat bangsa.

Terkait wawancara, peserta akan dinilai 2 hal. Pertama, integritas dan moralitas.

Pelaksanaan seleksi kompetensi teknis bagi PPPK JF Non-Guru dilaksanakan dengan metode Computer Assisted Test (CAT) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Terkait jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi PPPK JF, akan diinformasikan kemudian.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai nilai ambang batas bagi PPPK Guru, dapat dilihat pada laman https://jdih.menpan.go.id/puu-1280-Keputusan%20Menpan.html. (Tri Wahyuni)