Kementerian PANRB Kembali Gelar KIPP, Ketahui Persyaratannya!

0

JAKARTA (Suara Karya): Sosialisasi mengenai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2022 kembali digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Kompetisi yang terbuka bagi seluruh instansi pemerintah hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tentu memiliki sejumlah syarat. Lantas, apa saja persyaratannya?

“Pelaksanaan KIPP 2022 lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Inovasi yang dikompetisikan terbagi 2 kelompok, yaitu umum dan khusus,” kata Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa dalam siaran pers, Minggu (6/3/22).

Diah menyebut tema yang diusung adalah percepatan reformasi birokrasi melalui implementasi transformasi kelembagaan, transformasi SDM aparatur dan transformasi digital. Semua itu diwujudkan dalam inovasi pelayanan publik menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Pelaksanaaan KIPP 2022 diharapkan matang dari segi usia implementasi inovasi tersebut. Artinya inovasi minimal sudah berjalan selama 2 tahun,” ujarnya.

Dari sisi kategori, lanjut Diah, tahun sebelumnya dibagi menjadi 10 kategori, kini hanya tiga, yakni pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan, efektivitas institusi publik untuk mencapai TPB, serta ketahanan institusi publik di masa pandemi dan antisipasi pasca-pandemi.

“Pengecualian untuk inovasi terkait penanganan pandemi, minimal usia inovasi adalah satu tahun. Syarat lainnya adalah memenuhi seluruh kriteria inovasi. Hal itu relevan dengan salah satu kelompok dan kategori inovasi,” ujarnya.

Unit kerja atau instansi yang mengajukan inovasi, harus menyertakan surat keputusan pejabat yang berwenang, berisi keterangan inovasi ini digagas oleh perorangan atau tim.

Syarat selanjutnya adalah membuat video singkat berdurasi maksimal tiga menit yang menggambarkan inovasi. Video tersebut dipublikasikan di kanal YouTube. Tautan video tersebut kemudian disertakan dalam proposal.

Untuk aspek penilaian proposal inovasi KIPP 2022 ada sedikit perbedaan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini ada 7 aspek utama dari kelompok umum yaitu ringkasan, ide inovatif, signifikansi, kontribusi terhadap capaian TPB, adaptabilitas, keberlanjutan dan kolaborasi pemangku kepentingan.

Bagi kementerian dan lembaga dapat mengirim maksimal 30 inovasi dan bagi BUMN maksimal 5 inovasi. Bagi pemerintah daerah dapat mendaftar maksimal 15 inovasi dan untuk inovasi dari BUMD dapat ikut dari pemerintah daerah masing-masing.

Proses kompetisi dimulai dengan mengajukan proposal inovasi mulai 1 Maret 2022 hingga 15 April 2022 pukul 23.59 WIB melalui sinovik.menpan.go.id. Diah mengajak seluruh instansi pemerintah untuk mengajukan inovasi terbaiknya di ajang ini. (Tri Wahyuni)