Suara Karya

Kementerian PPPA Gandeng TF Luncurkan Buku Bantu Ortu Kenali Emosi Anak!

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Tanoto Foundation (TF) meluncurkan buku Seri Cerita Anak SIGAP berjudul ‘Saat Noni Datang’.

“Buku tersebut diharapkan dapat membantu orangtua (ortu) mengenali emosi anak,” kata Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam acara peluncuran yang digelar secara hibrida, di Jakarta, Rabu (22/2/23).

Seri buku cerita anak SIGAP berjudul ‘Saat Noni Datang’ akan membantu anak mengenali beragam jenis emosi. Selain juga membantu orangtua dan pendidik dalam mengajarkan anak cara mengelola berbagai emosi yang dirasakan, kemampuan berbahasa, dan pra-literasi.

Bintang menjelaskan, anak mengalami masa pertumbuhan yang pesat pada tiga tahun pertama kehidupannya, yang meliputi perkembangan fisik, kognitif, bahasa dan sosial emosional.

Perkembangan sosial emosi anak usia dini meliputi kemampuannya dalam mengenali emosi diri dan orang lain, mengelola dan mengekspresikan emosi dengan cara yang positif, dan mengembangkan empati terhadap kondisi dan perasaan orang lain.

Pada jangka panjang, kemampuan sosial emosional akan berdampak positif bagi kesehatan mental, capaian pendidikan, dan interaksi sosial.

Namun, lanjut Bintang, perkembangan sosial emosional itu sering dibaikan orangtua atau pengasuh anak, yang cenderung memprioritaskan kecerdasan intelektual (IQ).

Bintang menilai buku ‘Saat Noni Datang’ menjadi penting untuk pemenuhan salah satu hak dasar anak berdasarkan Konvensi Hak Anak (KHA) dan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, yaitu hak tumbuh dan berkembang, khususnya dalam perkembangan sosial emosional.

“Mengenal emosi adalah salah satu dari komponen penting yang harus dimiliki anak, sebelum akhirnya mampu menguasai kecerdasan emosi yang lebih kompleks,” tuturnya.

Pengenalan terhadap emosi harus dimulai dan dibiasakan sejak dini. Semakin anak mengenali emosi yang ia rasakan, semakin bisa mengendalikan dirinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan melalui buku bacaan.

“Kehadiran buku bergambar dengan warna warni menarik, dan didukung cerita yang apik diharapkan anak menjadi lebih tertarik,” kata Menteri PPPA.

Anak yang mengenali emosinya sendiri, lanjut Bintang, lebih lebih mudah berempati kepada orang lain. Sehingga anak mampu membina hubungan yang baik dengan orang lain. Memberi ruang pada anak mengenali emosinya, juga membantu anak menjadi kreatif karena mudah mengungkapkan isi hati dan pikirannya.

CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo menuturkan, anak dengan kecerdasan emosi, diyakini akan memiliki kesempatan untuk meraih sukses di masa depan.

“Tak hanya fisik dan bahasa, orangtua perlu juga kenali perkembangan sosial emosional anak. Anak perlu diajarkan cara mengelola perasaan dengan cara yang baik dan konstruktif,” kata Satrijo.

Buku disusun bersama melalui program SIGAP (Siapkan Generasi Anak Berprestasi) dari Tanoto Foundation dan dibantu pihak Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Buku ‘Saat Noni Datang’ adalah buku kedua dari Seri Buku Cerita Anak SIGAP. Buku pertama terbit pada 2021, hasil kolaborasi Kementerian PPPA, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta, dan Tanoto Foundation.

Buku berjuduk “Rubik Unik Corona’ itu menjadi media edukasi mengenai pandemi covid-19 untuk anak usia dini.

Melalui program SIGAP, Tanoto Foundation mendukung Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini dengan fokus pada intervensi penurunan prevalensi stunting, peningkatan kualitas pengasuhan dan stimulasi anak usia dini, dan peningkatan layanan pendidikan anak usia dini.

Buku cerita anak ‘Saat Noni Datang’ dan ‘Rubik Unik Corona’ versi elektronik dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Kementerian PPPA dan Tanoto Foundation. (Tri Wahyuni)

Related posts