Kemkes-Bapeten Perpanjang Kerja Sama Penggunaan Nuklir Kesehatan

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sepakat memperpanjang kerja sama penggunaan nuklir di bidang kesehatan. Nuklir tersebut untuk diagnostik dan terapi.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Menkes Budi menjelaskan, nuklir memiliki energi yang terkonsentrasi dan tinggi, sehingga bisa dipakai untuk dokter untuk membuat diagnostik dan terapi. “Tinggal bikin infrastuktur, desain alat dan tenaga operasional agar radiasi tidak memancar keluar,” ujarnya.

Hal lain yang disepakati dalam kerja sama, lanjut Budi, terkait pertukaran data dan informasi, penggunaan sarana dan prasarana, pembinaan SDM, pertukaran kepakaran, harmonisasi penyusunan dan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan, pengembangan kesiapsiagaan dan kedaruratan nuklir, serta bidang lainnya.

“Termasuk pengembangan standar diagnosis atau standar treatment terkini dengan menggunakan teknologi nuklir,” tutur Budi.

Ditambahkan, kerja sama juga mencakup bidang interkoneksi aplikasi Bapeten Licensing dan Inspection System (Balis) dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) milik Kementerian Kesehatan.

Selain itu, pengembangan dan evaluasi data dosis pasien, penanganan limbah radioaktif di RS, peningkatan jumlah fisikawan medik serta peran serta asosiasi profesi dalam pengawasan tenaga nuklir.

Sementara Kepala Bapeten Jazi Eko menjelaskan, kerja sama Bapeten dengan Kemkes telah dilakukan sejak 2017 lalu. Kerja sama diperpanjang, karena berhasil meningkatkan kualitas pelayanan lewat kegiatan pembinaan, pengawasan dan pemanfaatan tenaga nuklir di bidang kesehatan.

“Kerja sama ini juga untuk meningkatkan sinergitas antara Bapeten dan Kemkes. Kerja sama berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan, keamanan dan ketentraman bekerja. Masyarakat dapat menerima manfaat dari penggunaan tenaga nuklir di bidang kesehatan,” kata Jazi menandaskan. (Tri Wahyuni)