Kemkes Dapat Donasi 2000 Ton Oksigen Medis dari Gajah Tunggal Group

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan kembali mendapat donasi oksigen medis untuk memenuhi kebutuhan pasien covid-19. Kali ini banyuan dari Yayasan Upaya indonesia Damai (UID) milik Gajah Tunggal Group.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur Gajah Tunggal Group Sugeng Rahardjo bersama Direktur Yayasan UID Handaka Santosa, kepada Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti. Hadir sebagai saksi Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kemkes, Abdul Kadir di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Senin (12/7/21).

Donasi oksigen langsung disalurkan ke RS Cipto Mangunkusumo sebanyak 20 ton. Selanjutnya, proses pengiriman akan dilakukan secara bertahap ke rumah sakit di Jawa dan Bali yang membutuhkan hingga mencapai 200 ton.

Mewakili Menteri Kesehatan, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menyebutkan, kebutuhan oksigen meningkat seiring bertambahnya pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Untuk memenuhi pasokan oksigen baik di rumah sakit maupun pusat isolasi mandiri, pemerintah tengah mengupayakan 3 strategi, yaitu melakukan konversi oksigen industri ke medis, mengimpor tabung oksigen serta penggunaan oksigen konsentrator.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gajah Tunggal Group dan Yayasan UID yang membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19,” kata Abdul Kadir.

Sugeng Rahardjo dalam kesempatan yang sama mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen dari Gajah Tunggal Group dan Yayasan UID untuk ikut membantu dalam menanggulangi pandemi, khususnya kelangkaan oksigen medis yang sangat dibutuhkan dalam perawatan covid-19 di rumah sakit.

Untuk itu, pihaknya berharap bantuan oksigen dapat bermanfaat bagi peningkatan pelayanan kesehatan, tak hanya di RSCM, tetapi juga rumah sakit-rumah sakit lain yang membutuhkan.

“Bantuan 2000 ton oksigen cair ini diharapkan dapat mempererat dan mendorong gotong-royong kebangsaan yang sangat diperlukan pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 di Indonesia,” tutur Sugeng menandaskan. (Tri Wahyuni)