Kemkominfo Gandeng GNLD Siberkreasi Gelar ToT Literasi Digital di Aceh

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggandeng Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar ‘Training of Trainers’ (ToT) Literasi Digital di Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang menyasar segmen kelompok masyarakat itu, diikuti Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), sahabat difabel Aceh, Universitas Teuku Umar (UTU) dan Gerakan Pemuda Sehat Aceh (GPS).

Seperti dikemukakan Sekretaris Dinas Kominfo, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Taufik Mauliansyah dalam acara yang digelar Jumat (1/7/22),
kegiatan untuk mempersiapkan para pelatih yang diharapkan dapat mengajak dan memberi edukasi masyarakat tentang literasi digital.

“Diharapkan ada 50 juta orang mendapat ilmu dan pemahaman tentang literasi digital pada 2024,” ujar Taufik.

Hal itu merujuk pada hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan Kemkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021. Saat ini, Indonesia masih dalam kategori ‘sedang’ dengan angka 3.49 dari 5.

“Untuk itu, Kemkominfo memberi pelatihan Training of Trainers (ToT) dengan materi yang didasarkan pada 4 pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital,” ujarnya.

Ditambahkan, hasil kegiatan diharapkan terwujud masyarakat yang cakap teknologi dan media digital dengan benar dan bertanggung jawab. Kegiatan melibatkan masyarakat secara inklusif bersama anggota komunitasnya.

“Proses transfer ilmu tentang literasi digital perlu melibatkan seluruh stakeholder di suatu kawasan, baik negara, provinsi, atau kabupaten/kota. Kegiatan juga bisa melibatkan banyak komunitas, sepertu kepemudaan, keagamaan, perempuan, difabel, karyawan perusahaan swasta, BUMN, BUMD, dan stakeholders lainnya,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Tenaga Ahli Kemkominfo Bidang Tata Kelola dan Budaya Digital, Donny Budhi Utoyo. Ia memaparkan materi Praktik Fundamental Privasi dan Sekuriti Digital Personal (keamanan digital).

“Literasi digital tak hanya menjadi tugas Kemkominfo, tetapi butuh kolaborasi dengan multi stakeholder, seperti beragam komunitas,” ucapnya.

Narasumber lain, yaitu Ketua RTIK Aceh, Fakhrullah Maulana membekali peserta dengan materi kecakapan digital dan CEO Next Generation (NXG) Indonesia, sedangkan Khemal Andrias membawakan materi etika digital dan budaya digital.

Perwakilan Tim Literasi Digital Kemkominfo, Ivana Maida memaparkan tata cara melakukan kolaborasi dalam program literasi digital segmen kelompok masyarakat. Pembekalan berupa pembuatan proposal dan rekomendasi kegiatan.

“Kolaborasi dengan komunitas lain harus memiliki kesamaan dalam sasaran maupun kegiatan. Serta peningkatan kapasitas internal untuk meningkatkan literasi digital,” ujar Ivana. (Tri Wahyuni)