Kemkominfo Kenalkan Literasi Digital ke Pelajar SMK di Bengkulu

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengenalkan literasi digital kepada pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Provinsi Bengkulu.

Berkolaborasi dengan Pandu Digital, kegiatan bertema ‘Cerdas Kreatif dan Produktif Bermedia Digital’ itu digelar di Center of Excellence (COE) SMKN 4 Kota Bengkulu dam SMKN 3 Seluma, pada akhir pekan lalu.

Kegiatan tersebut juga digelar di tiga sekolah lainnya, yaitu SMKN 2 Bengkulu Tengah, SMKN 1 Bengkulu Utara, dan SMKN 2 Bengkulu Utara. Total siswa yang ikut seminar literasi digital mencapai lebih dari 3 ribu orang.

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso dalam sambutannya menjelaskan,
literasi digital diberikan ke pelajar karena hal itu merupakan salah satu upaya Kemkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan.

Karena hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kemkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021 menunjukkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Itu menandakan literasi digital di Indonesia masuk kategori ‘sedang’.

Disebutkan, literasi digital memiliki 4 pilar yang menjadi materi utama pembelajaran. Pertama, digital culture atau budaya digital yang berisi pemahaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

Kedua, digital skill atau kecakapan digital. Hal itu sangat penting karena pembelajaran kini bersinggungan dengan teknologi, sehingga siswa pelu dibekali dengan kemampuan TIK (teknologi informatika dan komunikasi).

Ketiga, terkait digital safety atau keamanan digital. Siswa diminta tidak mengumbar data pribadi di dunia maya, agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Terakhir adalah digital ethic atau etika digital. Siswa perlu memahami etika berkomunikasi di media sosial, tentang UU ITE dan larangan di dunia maya.

Bambang juga mengenalkan program Pandu Digital yang diinisiasi Kemenkominfo, yaitu gerakan volunter untuk menciptakan pendamping literasi digital yang hingga saat ini sudah mencapai 18.000 Pandu Digital di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari beragam latar belakang yaitu masyarakat umum, akademisi hingga pelajar SMK.

Pandu Digital bertugas mendampingi literasi digital di 5 sektor yaitu pendidikan, pariwisata, UMKM, petani dan nelayan. Ada 3 tingkatan, yaitu Pandu Digital Purwa (badge merah), Pandu Digital Madya (badge biru), dan Pandu Digital Utama (badge hitam).

Materi pertama disampaikan Pandu Digital Purwa bernama Ramadin Tarigan. Ia menjelaskan, penggunaan layanan digital dan kemudahannya. Selain juga sisi buruknya, seperti penipuan dan pencurian akun. Semua itu perlu dipahami masyarakat, termasuk pelajar.

“Jangan sekali-kali memberi nomor unik kita ke publik, karena tak ada yang aman 100 persen di dunia digital. Kita harus kurangi risiko itu seminimal mungkin. Selalu berpikir kritis, san tidak mudah percaya dengan semua yang kita dapat di internet,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat mengingatkan dampak negatif dari media sosial. Siswa diminta melakukan analisa terhadap berbagai informasi yang diterima.

“Manfaatkan informasi dengan baik, apalagi konsep merdeka belajar yang artinya siswa bisa belajar di manapun dan kapanpun. Saat ini konten pembelajaran sangat mudah didapat,” ucap Yulian yang berharap siswa SMK menjadi sosok yang aktif dan kreatif.

Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu, Paidi dalam sambutannya memberi apresiasi terhadap Kemkominfo atas pelaksanaan Program Literasi Digital bagi pelajar tingkat SMK.

“Jujur saja, banyak pelajar yang belum dewasa dalam berliterasi digital. Hasil riset menyebut, jumlah penggunaan internet terus bertambah, tetapi pemanfaatan internet oleh peserta didik untuk pembelajaran masih belum optimal,” ucap Paidi menandaskan. (Tri Wahyuni)