Kemkominfo Kenalkan Literasi Digital kepada Maba UNBI

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar kuliah umum bertema literasi digital dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus Universitas Bali Internasional (UNBI), kota Denpasar, Bali.

Dalam siaran pers, Rabu (5/10/22) dijelaskan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan literasi digital di sektor pendidikan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa dapat memaksimalkan pemanfaatan internet secara cerdas, positif, kreatif, produktif dan berkarakter.

“Lewat kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat meminimalisir dampak negatif dari internet,” kata Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia, I Nyoman Gede Astina mewakili Rektor UNBI, Prof Dr I Made Bakta.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 orang yang terdiri dari mahasiswa baru, dosen dan tenaga kependidikan UNBI.

Gede Astina juga berharap ahasiswa UNBI menjadi pembelajar yang memiliki etika, mampu memanfaatkan peluang di luar kampus, serta menjadi inspirasi bagi sekitar.

Kegiatan PKKMB 2022 di UNBI diisi dengan 3 seminar yang salah satunya berjudul ‘Lincah: Kecepatan Mendapat dan Memilah Informasi’ oleh Direktur Pemberdayaan Informatika Kemkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto.

Bonafasius menyampaikan cara memanfaatkan teknologi informasi di era global. Masyarakat tidak boleh menyebarkan informasi yang salah. Karena itu, penting untuk saring sebelum sharing.

“Jangan mudah terprovokasi dam terbawa fenomena ‘post-truth’,” ujarnya.

Ditambahkan, pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur digital agar terjadi pemerataan akses digital, antara lain peluncuran Satelit Republik Indonesia (Satria) pada 2023.

“Pemerintah akan meluncurkan satelit Satria pada 2023. Diharapkan, masyarakat di pelosok timur Indonesia dapat memanfaatkan internet melalui satelit Satria,” ujarnya.

Materi kedua disampaikan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), I Dewa Raka Sandi secara daring. Ia bercerita tentang sosialisasi dan kode etik penyelenggaraan pemilu oleh DKPP bersama KPU dan Bawaslu. Tiga lembaga tersebut merupakan satu kesatuan dalam penyelenggaraan pemilu.

Sesi seminar diakhiri oleh Nyoman Trisna Aryanata, dosen Program Studi Psikologi, UNBI. Materi yang disampaikan berjudul ‘Belajar Tidak Hanya Dalam Kelas’.

Trisna meminta mahasiswa untuk rajin mencari peluang pelatihan dan pengetahuan lainnya di luar kampus, sambil mengasah soft skill dari kegiatan-kegiatan yang ada di kampus.

Selanjutnya, Kemkominfo akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan UNBI untuk melanjutkan sosialisasi literasi digital bagi masyarakat Desa Adat di Bali dalam program Kedaireka Kemdikbudristek pada Oktober 2022. Target peserta sebanyak 1500 orang.

Hal itu penting karena hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan Kemkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021 menunjukkan Indonesia masih berada dalam kategori ‘sedang’ dengan angka 3.49 dari 5.00.

Karena itu, materi yang diberikan merujuk pada 4 pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. (Tri Wahyuni)