Kemristekdikti Buka Seleksi Beasiswa “Garuda ACE” ke Amerika

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan menggelar program pencarian bakat bagi anak bangsa yang memiliki talenta dalam bidang computer science. Program Garuda Academic of Exellence (Garuda ACE) itu bekerja sama dengan University of Chicago, Amerika Serikat.

“Mereka yang diterima dalam program beasiswa magister ini harus memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3,6,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir usai acara pelepasan Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Hadir dalam kesempatan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID), Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti.

Nasir menjelaskan, proses seleksi akan dilakukan pada 2020. Pada tahap awal, peserta yang akan diterima sebanyak 100 orang. Kuotanya akan ditingkatkan setiap tahun, seiring dengan penambahan kampus mitra di Amerika.

“Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan University of Standford, MIT dan sejumlah kampus lainnya. Tetapi yang sudah pasti adalah University of Chicago,” ujarnya.

Ditambahkan, hal utama dari proses rekruitmen Garuda ACE adalah penerima beasiswa harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Karena usai menamatkan program magister dan doktornya, mereka harus kembali dan membangun Indonesia.

“Ini seperti dilakukan India atau China. Mereka yang disekolahnya di luar negeri harus pulang kembali dan membangun bangsanya,” tutur Nasir.

Biaya kuliah program Garuda ACE, lanjut Menristekdikti, akan ditanggung Amerika. Sementara biaya hidup oleh Indonesia. Program difokuskan pada computer science, bidang yang sangat dibutuhkan untuk memajukan Indonesia di masa depan.

“University of Chicago ini cukup bergengsi, karena masuk dalam 10 terbaik di dunia. Biaya kuliah untuk program pascasarjana (S2+S3) hingga selesai mencapai Rp4,8 miliar per orang. Biaya kuliah ditanggung oleh pemerintah Amerika, sedangkan biaya hidup oleh pemerintah Indonesia,” tuturnya.

Nasir menambahkan, kerja sama dengan University of Chicago melingkupi tiga aspek. Pertama, kolaborasi pendidikan dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kedua, program riset, pembelajaran dan pengajaran. Ketiga, program di masa yang sesuai dengan minat bersama.

Hal senada dikemukakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Program Beasiwa Garuda ACE itu menjadi bagian dari program manajemen talenta yang akan dikembangkan Presiden Jokowi untuk membangun negeri.

“Kita ingin kaya akan sumber daya alam, tetapi masih kurang dalam teknologi. Ini yang akan ditingkatkan lewat program kerja sama dengan University of Chicago,” ujarnya.

Moeldoko berharap program beasiswa Garuda ACE dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap sumber daya manusia Indonesia. Dampak jangka panjangnya adalah untuk kemajuan Indonesia. (Tri Wahyuni)