Kemsos Bagikan Paket Sembako ke Pekerja Informal Terdampak Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Sosial (Kemsos) akan membagikan 200 ribu paket sembako dan makanan siap saji kepada para pekerja informal, yang ada di wilayah zona merah penularan virus corona (covid-19) di DKI Jakarta.

“Sektor informal paling terdampak selama pandemi covid-19. Mereka kehilangan mata pencaharian, sehingga perlu dibantu,” kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara di Jakarta, Selasa (7/4/20).

Bantuan tersebut, lanjut Juliari, merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. Diharapkan masyarakat yang terdampak oleh covid-19 mendapat perlindungan sosial dari pemerintah. “Bantuan itu sekaligus untuk mencegah mereka pulang ke kampung halaman, karena dikhawatirkan akan menularkan virus corona ke banyak orang,” ujarnya.

“Bantuan sembako itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa dipenuhi selama pandemi covid-19. Sehingga keinginan untuk pulang kampung juga berkurang,” kata Juliari menegaskan.

Proses distribusi bantuan dilakukan secara simbolik oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI Grace P Batubara di Gedung Konvensi Kompleks Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Selasa (7/4/20).

Pendistribusian paket sembako rencananya dilakukan secara bertahap kepada para orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam perawatan (PDP) dan para pekerja informal seperti tukang ojek, buruh, pedagang kaki lima dan sebagainya.

Mekanisme pendistribusiannya, dijelaskan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), M Syafii Nasution, dilakukan melalui Suku Dinas Sosial (Sudinsos) di masing-masing wilayah di DKI Jakarta.

“Ujung tombak dari distribusi bantuan ini ada di Suku Dinas Sosial karena mereka sudah pegang data warga per kelurahan yang sumbernya dari RT/RW. Target penerima adalah mereka yang ODP, PDP, pekerja sektor informal, para pekerja harian, supir taxi hingga ojek online,” kata Syafii.

Setelah dikirim ke Sudinsos, lanjut Syafii, paket bantuan akan disalurkan langsung melalui kepala desa/lurah setempat guna diberikan kepada masing-masing warga yang telah terdata. Ditargetkan, proses pendistribusian 200 ribu paket sembako akan selesai dalam dua minggu ke depan.

Ditambahkan, penyaluran paket sembako juga dilakukan Kemensos melalui Ditjen Rehabilitasi Sosial. Total bantuan ada sekitar 12.350 paket sembako. Bantuan terdistribusi untuk 5 klaster rehabilitasi sosial.

Disebutkan, bantuan 6.000 paket disalurkan ke klaster anak, 700 paket kr penyandang disabilitas, 5.200 paket ke lanjut usia, 150 paket ke korban penyalahgunaan Napza dan 300 paket ke klaster tuna sosial dan tindak pidana perdagangan orang.

Pada kesempatan berbeda, Mensos juga menyerahkan secara simbolik bantuan 20.000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada Menteri BUMN Erick Thohir. APD akan digunakan para petugas kesehatan di rumah sakit milik Kementerian BUMN.

Bantuan diserahkan Mensos Juliari kepada Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/4/20).

Penyerahan APD sesuai Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tanggal 10 Maret 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). (Tri Wahyuni)