Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini Masih Diatas 3 Ribu

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Senin (14/9/20) telah mencapai angka 221.525 orang. Dibanding sebelumnya, kenaikan kasus hari ini terbilang paling tinggi mencapai 3.143 orang!

Untuk kematian akibat covid-19 hari ini merupakan yang tertinggi. Kenaikannya mencapai 118 orang, dari 8.723 menjadi 8.840 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga terbilang cukup banyak mencapai 3.95 orang dari sebelumnya 155.010 menjadi 158.405 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 29.007.970 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 243.787 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 1.615 kasus dari 97.227 menjadi 98.842 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen sebanyak 7.494 kasus, dari 30.100 menjadi 22.606 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 16 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, dimana kenaikan pasien diatas 50 kasus. Mereka adalah DKI Jakarta 879 kasus, Jawa Timur 343 kasus, Jawa Barat 203 kasus, Sulawesi Selatan 185 kasus, Jawa Tengah 171 kasus dan Aceh 153 kasus.

Selain itu, ada Kalimantan Selatan 141 kasus, Riau 128 kasus, Kalimantan Timur 123 kasus, Sumatera Barat 118, Papua Barat 99 kasus, Papua 96 kasus, Sumatera Utara 94 kasus, Bali 86 kasus, Lampung 60 kasus dan Banten 55 kasus.

Berikut data 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 55.099 kasus, Jawa Timur 38.431 kasus, Jawa Tengah 17.913 kasus, Jawa Barat 14.591, Sulawesi Selatan 13.476 kasus, Kalimantan Selatan 9.424 kasus, Sumatera Utara 8.559 kasus, Bali 7.312 kasus, Kalimantan Timur 6.049 kasus dan Sumatera Selatan 5.078.

Masih tingginya kasus positif covid-19 di Tanah Air, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)