Kenaikan Kasus Covid-19 di Jakarta Hari Ini Lebih dari 1000 Orang

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Sabtu (12/9/20) telah mencapai angka 214.746 orang. Dibanding sebelumnya, kenaikan kasus hari ini terbilang paling tinggi mencapai 3.806 orang!

Untuk kematian akibat covid-19 hari ini merupakan yang tertinggi. Kenaikannya mencapai 106 orang, dari 8.544 menjadi 8.650 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga terbilang cukup banyak mencapai 2.241 orang dari sebelumnya 150.217 menjadi 152.458 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 28.495 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 318.938 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 653 kasus dari 94.886 menjadi 95.539 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada kenaikan spesimen sebanyak 6.758 kasus, dari 31.813 menjadi 38.571 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 15 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yakni diatas 50 kasus. Mereka adalah DKI Jakarta 1.205 kasus, Jawa Tengah 386 kasis, Jawa Timur 384 kasus, Jawa Barat 291 kasus, Riau 224 kasus, Kalimantan Timur 153 kasus dan Bali 135 kasus.

Selain itu masih ada Aceh sebanyak 124 kasus, Sumatera Utara 121 kasus, Sumatera Barat 103 kasus, Kalimantan Selatan 97 kasus, Sumatera Selatan 73 kasus, Papua Barat 67 kasus, Papua 62 kasus dan Sulawesi Selatan 52 kasus.

Sementara itu, data 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 52.840 kasus, Jawa Timur 37.839 kasus, Jawa Tengah 17.460 kasus, Jawa Barat 14.231, Sulawesi Selatan 13.235 kasus, Kalimantan Selatan 9.249 kasus, Sumatera Utara 8.362 kasus, Bali 7.113 kasus, Kalimantan Timur 5.752 kasus dan Sumatera Selatan 5.018.

Masih tingginya kasus positif covid-19 di Tanah Air, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)