Kepala SMK akan Diberi Pelatihan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) didukung Komisi X DPR RI dan 5 perguruan tinggi mitra meluncurkan Program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri bagi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2021.

“Program ini merupakan bagian dari pengembangan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Diharapkan sumber daya manusia (SDM) di pendidikan vokasi semakin unggul,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Wikan Sakarinto dalam peluncuran program tersebut secara daring, Rabu (8/9/21).

Wikan menjelaskan, program tersebut dibuat untuk memberi bekal kepada kepala sekolah SMK untuk memiliki kompetensi kepemimpinan yang selaras dengan kebutuhan sebagai SMK PK. “Ini yang membedakan dengan jenjang pendidikan lain. Kita siapkan SDM vokasi yang bisa langsung masuk dunia kerja,” ujarnya.

Untuk itu, Wikan menggandeng 5 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program Master of Bussiness Administration (MBA) dengan takreditasi internasional. Selain juga bereputasi, baik tingkat nasional maupun internasional, serta berpengalaman dalam pelatihan bagi para CEO.

Ke-5 mitra perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (UB), Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Universitas Prasetiya Mulya dan Binus University.

Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan dukungannya terhadap Program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri bagi Kepala SMK tahun 2021.

“Kita tak pernah bayangkan kebijakan pendidikan vokasi akan seperti ini, berhasil mempertemukan sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Ini terobosan yang luar biasa,” ujarnya.

Ditambahkan, kepala sekolah sebagai ‘executive officer’ harus mengubah cara berpikirnya. Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus memiliki inisiatif, kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Kepala sekolah juga harus mampu menjadi motivator untuk melakukan terobosan, peka terhadap kearifan lokal dan partisipastif.

“Ini menjadi tantangan kita, agar perubahan pola pikir itu terjadi. Kepala sekolah harus mampu menggerakan semua ekosistem di sekolah untuk bergerak bersama. Bahkan lebih dari itu, ia harus dapat menularkan perubahan positif bagi masyarakat di lingkungan sekolah,” ucap Hetifah menegaskan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu menyoroti kebijakan yang diambil kepala sekolah juga harus kondusif atas perubahan. Karena itu, kepala SMK harus menyiapkan diri agar menjadi kepala sekolah yang adaptif atas perkembangan zaman.

“Keterampilan dalam berkomunikasi, kerja sama dan bersinergi adalah kunci sukses seorang pemimpin,” katanya berpesan.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ditjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek, Saryadi mengemukakan, ada 345 kepala SMK yang akan mengikuti pelatihan dengan kompetensi di bidang kepemimpinan dan kewirausahaan, sesuai semangat SMK PK.

Disebutkan, materi pelatihan meliputi karakter CEO, manajemen strategis dan kinerja, manajemen inovasi, penguasaan pribadi dan kepemiminan, manajemen SDM dan perubahan, pemikiran sistem untuk pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan.

Peserta juga akan dibekali dengan materi di luar mata diklat, seperti Program ‘CEO Meet CEO’; Program Conditioning untuk memberi pemahaman ‘growth mindset’; Project Implementation di masing-masing sekolah; dan Program Sertifikasi. Diharapkan, kepala SMK memposisikan diri di sekolah, tak sekadar Chief Education Officer , tetapi juga sebagai Chief Excecutive Officer (CEO).

“Sikap itu lebih ke praktik ya, bukan tampilan luar. Mumpung ada kurikulum baru yakni SMK Pusat Keunggulan,” katanya.

Direktur Lembaga Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Indonesia, Yuli Setiyono dalam kesempatan yang sama, mengatakan, pengembangan program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri bagi Kepala SMK adalah stimulus bagi pimpinan sekolah untuk meningkatkan ketangkasan.

“Ketangkasan harus dimiliki, agar mereka bisa menghadapi segala situasi. Ini program yang sangat bagus. Karena Kepala SMK nanti dapat mengelola sekolag seperti halnya korporasi,” ucap Yuli.

Pernyataan senada dikemukakan Dekan Fakultas Ekonomi Manajamen, IPB University, Nunung Nuryartono. Ia mengaku bangga bisa bergabung dalam program Ditjen Pendidikan Vokasi. Karena, hal itu dapat meningkatkan jejaring dalam mewujudkan Indonesia Tangguh.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Abdul Ghofar menggarisbawahi pentingnya pendidikan vokasi sebagai tulang punggung bagi keberlangsungan masa depan bangsa. Adanya bonus demografi di tahun 2030 nanti, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 70 persen populasi adalah angkatan kerja.

“Program ini sangat visioner. Diharapkan para kepala SMK menjadi CEO yang visioner juga,” ucapnya.

Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Universitas Prasetya Mulia, Fathony Rahman mengatakan, Program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri bagi Kepala SMK, karena sesuai dengan visi universitasnya.

Sedangkan Wakil Rektor Bidang Riset dan Teknologi Transfer, Bina Nusantara University, Tirta Mursitama menggarisbawahi aspek kekeluargaan dalam suatu program. Ia berharap, kebersamaan dengan para kepala SMK tidak hanya dalam pelaksanaan program, tetapi bisa berlanjut di masa depan. Sehingga program dapat berlangsung secara optimal. (Tri Wahyuni)