Kereen, Garudafood Raih Dua Penghargaan dari Kemnaker

0

JAKARTA (Suara Karya): PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) meraih dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Penghargaan itu untuk Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Penghargaan Kecelakaan Nihil atau Zero Accident Award’ (ZAA).

Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Basuki Nur Rohman usai menerima penghargaan, di Jakarta, Selasa (24/5/22) menjelaskan, penghargaan tersebut diterima untuk pertama kalinya oleh pabrik Garudafood yang berada di Gresik Jawa Timur.

Sebagai informasi, Penghargaan SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna tercipta tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Sedangkan Penghargaan Kecelakaan Nihil merupakan apresiasi yang diberikan Kementerian Ketenagakerjaan kepada perusahaan yang berhasil dalam melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga tercapai nihil kecelakaan kerja pada waktu tertentu.

Untuk periode 2018-2021, Garudafood memiliki JKO (Jumlah Kerja Orang) sebanyak 22.690.304 tanpa kecelakaan kerja, sehingga layak mendapat ZAA. Selain capaian 91,57 persen untuk SMK3 tingkat lanjutan dengan penerapan memuaskan. Penghargaan berupa sertifikat dan bendera emas.

“Penghargaan ini akan selalu menjadi motivasi dan komitmen bagi kami untuk penerapan aspek-aspek K3 guna meningkatkan kinerja perusahaan,” ujar Basuki Nur Rohman menegaskan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam sambutannya menyatakan, data BPJS Ketenagakerjaan selama Januari-Maret 2022 menunjukkan, jumlah kecelakaan kerja sebanyak 61.805 kasus, yang didominasi kelompok usia muda 20-25 tahun.

“Untuk itu, diperlukan pendekatan dan promosi preventif terkait K3 yang lebih intens dan inovatif,” ucapnya.

Secara umum, lanjut Ida, peningkatan pengawasan ketenagakerjaan termasuk K3 menjadi tanggung jawab negara sebagai upaya menjaga keseimbangan, antara hak dan kewajiban bagi pengusaha dan pekerja. Keseimbangan itu diperlukan untuk menjaga kelangsungan usaha dan ketenangan selama bekerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan bagi tenaga kerja.

“Upaya itu menunjukkan hasil positif, yang bisa dilihat lewat tren peningkatan perusahaan yang memperoleh penghargaan kecelakaan nihil dari 1.268 perusahaan pada 2021 menjadi 1.742 pad 2022 atau naik sekitar 37,4 persen,” tutur Ida.

Perusahaan yang menerapkan SMK3 pun mengalami peningkatan. Hal itu dibuktikan melalui pelaksanaan audit eksternal. Perusahaan yang memiliki sertifikat SMK3 pada 2022 tercatat ada 2.004. Jumlah itu meningkat 24 persen dibanding tahun lalu sebanyak 1.616 perusahaan. (Tri Wahyuni)