Kereen, Program IISMA Vokasi 2022 Diikuti 46 Kampus Luar Negeri

0

JAKARTA (Suara Karya): Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Vokasi 2022 mampu menjaring 46 kampus luar negeri. Dengan demikian, tersedia banyak pilihan bagi mahasiswa peserta program tersebut.

“Perguruan tinggi luar negeri mitra IISMA Vokasi bukan yang ‘ecek-ecek’, tetapi institusi terkemuka yang tersebar di 11 negara,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek, Wikan Sakarinto dalam taklimat media secara daring, Rabu (18/5/22).

Ke-11 negara itu adalah Korea Selatan, Inggris, Irlandia, Malaysia, Prancis, Turki, Taiwan, Australia, Amerika Serikat, Jerman dan Hungaria.

Ditambahkan, mahasiswa nantinya tak hanya kuliah, tetapi juga akan menjalani magang di perusahaan mitra kampus luar negeri tersebut. “Itulah kenapa moto dari Program IISMA Vokasi adalah ‘learning in
Collaboration with Industry’,” ucapnya.

Wikan menyebut, Australia merupakan negara dengan jumlah perguruan tinggi luar negeri terbanyak yang bermitra dengan IISMA Edisi Vokasi. Ada 11 perguruan tinggi di Australia dengan 10 bidang studi yang bisa dipilih peserta.

“Ini kesempatan bagi mahasiswa vokasi untuk menempuh pendidikan di negeri Kangguru. Selama di Australia bergaul dengan banyak orang untuk membuka wawasan dan membangun jejaring pertemanan dengan bangsa lain yang akan berguna untuk karir di masa depan,” tuturnya.

Peluang yang sama, lanjut Wikan, juga tersedia bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di Inggris. Ada 14 mitra Industri disiapkan dua kampus terkemuka di Inggris, yang bisa dijajaki oleh mahasiswa peserta IISMA Vokasi.

“Adanya ‘link&match’ antara perguruan tinggi luar negeri dengan industri menjadi ciri khas dari program IISMA Vokasi,” ucapnya menegaskan.

Artinya, menurut Wikan, mahasiswa vokasi yang menjadi peserta program tidak hanya memperoleh kesempatan belajar selama 1 semester di kampus tujuan, tetapi juga dapat melakukan magang di industri atau perusahaan mitra dari kampus tersebut.

“Kami pastikan mahasiswa program ini tak hanya belajar, tetapi juga bisa magang di Industri atau perusahaan mitra kampus luar negeri,” katanya.

Saat ini sudah tercatat 3.175 mahasiwa vokasi yang mendaftar untuk seleksi Program IISMA edisi Vokasi. Wikan menyambut positif atas tingginya minat mahasiswa atas program tersebut. “Program ini sangat luar biasa. Jadi pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ada tiga skema yang disiapkan dalam program IISMA Vokasi ini. Skema A, yaitu mahasiswa fokus menjalani magang di industri; atau skema B, yaitu mahasiswa magang sambil kuliah dengan pembagian waktu seimbang.

Untuk skema C, yaitu mahasiswa fokus kuliah tetapi materi pembelajran terkait erat dengan dunia industri. Pada skema C ini, kelas juga diajar oleh praktisi dari industri.

Ketua IISMA Edisi Vokasi, Hilda Cahyani pada kesempatan yang sama menjelaskan, IISMA edisi Vokasi adalah salah satu langkah bagi mahasiswa vokasi Indonesia untuk mengenyam pendidikan di luar negeri, sekaligus mendapat pengalaman praktik di industri.

“Diharapkan mahasiswa vokasi siap belajar dan berperan di kancah global dengan pengalaman belajar di perguruan tinggi dan industri kelas dunia di luar negeri,” ujar Hilda.

Selain itu, interaksi internasional yang intensif dan pemahaman antar budaya (cross-culture understanding) dari berbagai negara juga akan menambah wawasan, mengasah komunikasi bahasa internasional serta memperluas jaringan atau ‘networking’.

Untuk jangka panjang, kata Hilda, Program IISMA Vokasi diharapkan dapat menguatkan ‘link&match’ antara pendirian vokasi dan industri global. Pada akhirnya, hal itu akan berkontribusi pada peningkatan SDM Indonesia guna menyemai benih-benih kemajuan ekonomi karena terciptanya angkatan kerja yang andal.

“Kualitas SDM yang membaik juga akan meningkatkan kualitas ekonomi negara, karena bisa menguatkan aktivitas investasi. Pada dasarnya, semua itu berujung pada peningkatan kesejahteraan karena terjadinya perbaikan ekonomi yang memberi dampak positif,” ujarnya.

Hilda menambahkan, keterampilan teknis dan analitis serta wawasan global menjadi penting untuk menyiapkan lulusan vokasi Indonesia agar mampu berperan di dunia kerja dan industri setelah lulus.

“Mungkin mereka tidak bekerja di luar negeri, tetapi kini makin banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Bekerja di sebuah perusahaan di kabupaten di Indonesia pun memerlukan kemampuan berinteraksi secara internasional. Di sinilah, wawasan global dan kemampuan berkomunikasi secara internasional akan bermanfaat,” urai Hilda.

Hal senada disampaikan Tim Aksel Kerjasama Luar Negeri Ditjen Pendidikan Vokasi, Agustinus Winarno. Ia menekankan pentingnya lulusan vokasi memiliki keterampilan teknis dan analitis serta wawasan global yang akan berguna setelah lulus.

Adapun daftar 46 institusi yang dapat dipilih mahasiswa serta daftar industri terkemuka yang akan menjadi tempat belajar mahasiswa dapat dilihat melalui laman kemdikbud.go.id. (Tri Wahyuni)