Keren, Lulusan SMKN 1 Mundu Diminati Industri Maritim Jepang dan Korea

0

CIREBON (Suara Karya): Lulusan SMKN 1 Mundu Cirebon ternyata menjadi idola bagi industri maritim di Jepang dan Korea. Proses perekrutan, bahkan dilakukan sejak siswa duduk di kelas 12.

“Saat siswa duduk di kelas 12 saja, banyak agensi tenaga kerja Indonesia pemilik SO (special order) dari Jepang dan Korea datang ke sekolah untuk proses rekrutmen,” kata Kepala SMKN 1 Mundu Ikhwanudin di sekolahnya, Selasa (22/1/22).

Proses rekrutmen dilakukan bersama pihak ketiga, lanjut Ikhwanudin, karena sekolah tidak memiliki kerja sama dengan industri maritim di Jepang dan Korea. Standar kompetisi lulusan pun mengikuti kebutuhan dari industri luar negeri tersebut.

“Agensi tenaga kerja yang kami jadikan mitra pun tidak boleh abal-abal. Mereka harus memiliki SO resmi dari perusahaan di luar negeri. Jika tidak punya syarat itu, kami tolak,” tuturnya.

Disinggung soal pekerjaan, Ikhwanudin mengatakan, lulusan akan bekerja di dunia kemaritiman seperti kapal penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, manajemen dan pariwisata.

“Lulusan SMKN 1 Mundu jadi pilihan karena memiliki keunggulan karakter, yaitu pekerja keras sekaligus disiplin tinggi seperti seorang taruna dan taruni,” ucapnya.

Sebagai informasi, SMKN 1 Mundu
Cirebon memang berbeda dibanding SMK pada umumnya. Di sekolah tersebut, siswa memakai seragam layaknya taruna. Dan mendapat pembekalan dasar-dasar ketarunaan.

“Sekolah kami juga mendapat pembinaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sehingga kompetensi lulusan sesuai dengan keterampilan seorang pelaut,” kata orang nomor satu di sekolah yang meraih predikat Pusat Keunggulan (PK) Bidang Kelautan tersebut.

Selain juga motivasi siswa mengikuti pembelajaran tinggi, karena mereka tahu jika memiliki kompetensi tinggi akan bekerja di perusahaan asing dengan gaji tinggi.

“Saya dapat informasi gaji mereka saat ini bekisar Rp25 juta hingga Rp50 juta per bulan. Bagaimana siswa tidak tergiur,” ucap Ikhwanudin.

Maka tak heran jika cukup banyak siswa yang tidak bisa ikut acara kelulusan di sekolah karena harus berangkat ke Jepang atau Korea. Ijazah pun diambil orangtuanya atau saat mendapat cuti kembali ke Indonesia.

Disinggung perbedaan lain yang membuat SMKN 1 Mundu unggul, Ikhwanudin menyebut pihaknya menggunakan pembelajaran dengan sistem blok. Mata pelajaran yang dinilai esensial untuk pencapaian kompetensi siswa akan dikunci agar tidak terputus.

“Mata pelajaran keahlian itu kami kunci selama 3-6 bulan agar siswa dapat berlatih tanpa putus. Sistem itu ternyata mampu memenuhi kompetensi yang ditetapkan,” ujarnya.

Sistem blok, menurut Ikhwanudin, selaras dengan Kurikulum Merdeka yang digagas Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang memberi kebebasan bagi siswa untuk kreatif dan inovasi. “Kami masih melakukan adaptasi dalam penerapan Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

Lulusan SMKN 1 Mundu juga terserap di industri dalam negeri. Ada 5 program keahlian, yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Agribisnis Perikanan (AP), Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHPi), dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

“Semua program keahlian yang dimiliki SMKN 1 Mundu menjadi pilihan, karena kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Terkait karakter siswa, Ikhwanudin menjelaskan, pihaknya membuat buku saku dimana setiap siswa melakukan hal-hal negatif akan mempengaruhi prestasi siswa secara keseluruhan. Hal negatif itu seperti sering datang terlambat ke sekolah, tidak mengerjakan PR, bullying (perundungan) hingga tindakan asusila.

“Soal bullying, terus terang saja kadang muncul begitu saja. Terutama hubungan antara senior dengan juniornya. Buku saku itu bisa menjadi pengendali agar tidak terjadi bullying dari senior ke junior. Karena jika nilai buku minus akan mempengaruhi kelulusan siswa,” ujarnya menandaskan. (Tri Wahyuni)