Keren, Ratusan Pasangan Dhuafa jadi Model Temu Mantu Massal

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekitar 110 pasangan suami istri dhuafa menjadi model dalam kompetisi tata rias pengantin bertajuk ‘Wonderful Wedding: Temu Mantu Massal’ 2022 di Gedung Smesco, Jakarta, Senin (12/12/22).

Kompetisi yang digelar Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia (Katalia) dan Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan dan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) itu sekaligus ingin memberi kebahagiaan bagi pasangan untuk memiliki foto pernikahan layaknya pengantin baru.

Seperti dikemukakan model, Novi (37) mengaku senang diundang untuk menjadi peserta dalam acara kompetisi rias pengantin tersebut. Kebahagiaan terpancar di wajah warga Sawangan Depok, yang didampingi suami dan anak perempuannya berusia 10 tahun.

“Soalnya waktu menikah 11 tahun lalu cuma bisa ke KUA, karena tak punya cukup uang untuk menggelar pesta. Jadi, senang sekali bisa menjadi model, karena saya dan suami jadi punya foto perkawinan pakai baju adat,” ujarnya.

Kendati demikian, Novi agak menyayangkan pihak penyelenggara tidak menyiapkan dekor pelaminan seperti pesta pernikahan aslinya. Padahal, keberadaan dekor pelaminan akan memberi nuansa yang lebih bermakna bagi para pengantin ‘lama’ tersebut.

“Kalau saja ada dekor pelaminan, suasana maupun hasil fotonya akan lebih terlihat bagus. Seperti asli,” kata Novi mengusulkan.

Perhelatan yang dilakukan Katalia dan HP3KI mendapat pujian dari
Direktur Kursus dan Pelatihan, Ditjen Vokasi, Kemdikbudristek, Wartanto. Katanya, kompetisi itu tak hanya menghasilkan profesi perias pengantin yang kompeten, tetapi juga ikut melestarikan seni budaya Indonesia.

“Kami mendukung Katalia karena mereka menghasilkan perias pengantin adat dengan tampilan yang lebih modern, tapi tidak keluar dari pakemnya. Inovasi itu perlu agar adat tetap dinamis mrngikuti zaman,” ujarnya.

Dan yang tak kalah penting, lanjut Wartanto, kompetisi itu juga memiliki misi sosial. Memberi kesempatan pada pasangan suami istri sah untuk menjadi model pengantin, sehingga bisa memberi kebahagiaan.

“Apalagi pasangan yang waktu menikah dulu tidak dipestakan. Sekarang mereka bisa berfoto seperti layaknya pengantin baru,” ucap Wartanto.

Mereka juga diberi pasangan yang telah menikah lama, tetapi belum pernah menggelar pesta pernikahan. Hal itu diharapkan dapat memberi kebahagiaan bagi para pasangan.

Sementara itu, Ketua Umum Katalia, Siti Kundari Mulyono, mengatakan, ‘Wonderful Wedding 2022’ merupakan kegiatan sekaligus memperingati Hari Ibu dan ‘National Wonderful Wedding’. Acara diikuti 110 pasangan pengantin dhuafa yang terdaftar di Dinas Sosial dan juga 110 perias pengantin modifikasi.

“Selain untuk pelestarian budaya bangsa, kegiatan itu juga promosi sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda, khususnya para perias pengantin.

“Kami ingin kegiatan ini memberi motivasi kepada generasi muda untuk mencintai budaya lokal rias pengantin,” kata perempuan yang kerap disapa Kun Mulyono itu.

Semua perias pengantin peserta kompetisi merupakan anggota Katalia. Di akhir acara, dewan juri memilih 15 orang perias pengantin terbaik, termasuk perias pengantin termuda yang masih berusia 11 tahun atas nama Drupadi.

Drupadi yang masih duduk di bangku sekolah tersebut mengaku tertarik dengan seni tata rias sejak kecil. Keikutsertaannya dalam lomba tidak lepas dari dukungan orangtua dan juga pamannya yang juga pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Joko Parikesit.

“Kebetulan sekolah memberi izin jadi saya bisa ikut kegiatan ini,” tutur Dru, sapaan Drupadi. (Tri Wahyuni)