Kerja Sama Politeknik dan Organisasi Internasional Perkuat SDM Maritim

0

JAKARTA (Suara Karya): Politeknik Negeri Batam (Polibatam) dan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) didukung organisasi buruh internasional (ILO) dan Pemerintah Inggris mengembangkan program Skills for Prosperity di Indonesia (SfP-Indonesia).

“Diharapkan program SfP-Indonesia akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) maritim di Indonesia,” kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam acara peluncuran program tersebut secara daring, Kamis (12/8/21).

Program tersebut juga menggandeng mitra internasional lainnya, seperti Solent University dan City of Glasgow College. Dukungan teknis diberikan dalam bentuk pengembangan kurikulum, kapasitas bagi dosen dan staf akademik, serta memperkaya proses pembelajaran di kampus.

Ditambahkan, mahasiswa juga dapat mengambil manfaat dari pengembangan keterampilan interaktif, lewat pembelajaran berbasis kerja dan konsultasi dengan para ahli. Hal itu akan mendukung lulusan mendapat pekerjaan yang layak.

Nadiem menegaskan, sektor maritim memiliki kontribusi besar untuk memajukan Indonesia di masa depan. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan ‘project based learning’ yang dapat mendorong keterlibatan industri dalam pendikan vokasi.

Pernyataan senada dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Katanya, kerja sama tersebut sangat baik untuk pendidikan vokasi guna mencetak lulusan berkelas dunia, terlebih Indonesia memiliki banyak SDM di bidang maritim.

“Peran politeknik sangat penting untuk menghasilkan tenaga kerja dan pemimpin di bidang maritim. Karena itu, politeknik maritim harus dapat mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri global,” ujarnya.

Perwakilan ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Michiko Miyamoto mengatakan, pengembangan SDM di Indonesia sangat penting untuk mendukung perdagangan.

Sementara Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins menambahkan, Indonesia dan Inggris adalah negara yang mementingkan keterampilan SDM sebagai fundamental. SDM yang bagus akan memajukan Indonesia.

“Kami senang bisa membantu Indonesia dalam bidang kemaritiman. Program ini akan memberi keterampilan bermutu bagi para pesertanya, sehingga mereja jadi unggulan di bidang kelautan,” tuturnya.

Direktur Polimarin, Sri Tutie Rahayu mengemukakan, pelaut memiliki peran penting dalam memajukan sektor maritim dengan segala kompetensi yang dimiliki. Lulusan Polimarin telah dibekali dengan sertifikasi demi memenuhi kebutuhan industri.

“Melalui program kemitraan dengan industri ini, kami banyak mendapat arahan yang sesuai dengan perkembangan industri. Kemitraan ini saling menguntungkan. Dengan demikian, pendidikan vokasi menjadi lebih baik, karena mampu menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Direktur Polibatam, Uuf Brajawidagda, juga menyatakan rasa terima kasih kepada semua mitra sehingga program dapat berjalan baik. “Kami berharap kerja sama juga di bidang lainnya untuk memenuhi kebutuhan industri di Batam,” tuturnya.

Sebagai penutup, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, menegaskan, pendidikan vokasi memegang peran penting sebagai katalisator bangsa.

“Sektor maritim dan pendukungnya harus disiapkan, agar SDM bangsa ini dapat menjadi tonggak kehebatan di dunia maritim. Kompetensi, terutama soft skills dan karakter harus terus ditingkatkan,” katanya.

Menurut Wikan, program “link and match” harus dimulai dengan memerdekakan mahasiswa dalam koridor pendidikan. Karena itu, Ditjen Pendidikan Vokasi telah menetapkan Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka untuk memperkuat “link and match” melalui paket 8+i.

Wikan juga memberi apresiasi atas program SfP-Indonesia yang diinisiasi ILO bersama politeknik dan didukung oleh Pemerintah Inggris tersebut. Diharapkan, ‘output’ program dapat merevitalisasi pendidikan tinggi.

Wikan juga berharap politeknik yang bermitta dengan industri sebagai tujuan magang bersertifikasi. Pasalnya, perusahaan yang direkomendasikan akan dibiayai oleh LPDP. Jadi, mahasiswa yang magang akan mendapat gaji yang layak. Demikian juga nantinya bagi peserta didik SMK D2 fast track. (Tri Wahyuni)