Kesempatan Magang di LN, Yuk Ikut Seleksi IISMA Edisi Vokasi 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) Edisi Vokasi Tahun 2022.

“Tersedia beasiswa bagi 400 mahasiswa vokasi untuk belajar dan magang di luar negeri (LN) selama 1 semester,” kata Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemdikbudristek, Benny Bandanadjaya dalam ‘Silaturahmi Merdeka Belajar: IISMA Edisi Vokasi’ yang ditayangkan di kanal YouTube Kemendikbud RI, Jumat (22/4/22).

Program IISMA Edisi Vokasi memberi kesempatan pada mahasiswa untuk beraktivitas di luar kampus di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan kemampuan non-teknis (soft skills). Salah satunya membangun komunikasi dan jejaring dengan dunia global.

“Ini kesempatan untuk memperdalam kemampuan berbahasa Inggris dan membangun jejaring dengan dunia global yang akan berguna setelah lulus,” tutur Benny.

Soal persyaratan khusus, Ketua IISMA Edisi Vokasi Hilda Cahyani menjelaskan, syarat utama adalah warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa vokasi pada perguruan tinggi Indonesia, baik itu negeri maupun swasta.

Bagi mahasiswa program Diploma III (D3), bisa mendaftar saat duduk di semester III. Sedangkan mahasiswa Diploma IV (D4), bisa mendaftar saat duduk di semester IV atau semester VI.

Syarat lainnya adalah memiliki sertifikat bahasa Inggris. Ada beberapa target negara yang menghendaki sertifikat international seperti TOIEC, Duolingo, dan TOEFL.

Negara mitra program IISMA adalah Inggris, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Australia. Sepuluh bidang prioritas pada IISMA Edisi Vokasi, yaitu industri, perhotelan dan pariwisata; bidang rekayasa; teknologi informasi; bisnis dan manajemen; akuntansi; kelautan dan maritim; pengelolaan air; pertanian; industri kreatif; serta hubungan masyarakat (humas).

“Mahasiswa harus mengambil bidang yang ada irisannya, guna menguatkan ilmu yang mereka pelajari, yang tidak ditemukan di kampusnya tapi ada di kampus luar negeri,” ucap Hilda.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda mengungkapkan, meski program IISMA Edisi Vokasi baru dibuka secara resmi, tapi sudah ada 180 mahasiswanya yang tergabung dalam komunitas untuk mendapat pembekalan.

“Pembekalan tersebut penting agar mahasiswa tidak mengalami ‘culture shock’ karena selain ada masalah dengan bahasa, tetapi juga perbedaan budaya yang bisa menimbulkan gegar budaya,” ujarnya.

Uuf menuturkan Politeknik Negeri Batam telah menyiapkan satu dosen bahasa Inggris, guna mendampingi mahasiswa program IISMA belajar bahasa Inggris. Pihaknya juga melibatkan mahasiswanya yang sedang magang di luar negeri untuk berbagi pengalaman.

“Banyak cerita dari mahasiswa kami yang ikuti program magang di luar negeri yang telah berubah jalan hidupnya. Kini mereka bisa menata jalan hidup yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Uuf menilai, program IISMA Edisi Vokasi layak diperjuangkan. Karena manfaatnya bagi mahasiswa sangat besar untuk pengembangan karirnya di masa depan. Jangan sampai mahasiswa kita menyesal, jika melihat keberhasilan mereka di masa depan,” kata Uuf menandaskan. (Tri Wahyuni)