Suara Karya

Ketika Mahasiswa Korsel dan Tiongkok Berbaur dengan Anak-anak di Bukit Duri

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah mahasiswa asal Korea Selatan, Tiongkok, dan Indonesia, berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita yang terletak di kawasan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, akhir pekan ini. Anak-anak yang biasa belajar dan bermain di TMB ini pun menyambut gembira para mahasiswa, bahkan mereka menggelar atraksi nyanyi dan dance.

Tujuan kedatangan para mahasiswa ini ingin mengenal lingkungan, anak-anak, dan berbagi cerita tentang negerinya. Satu persatu para mahasiswa mengenalkan diri asal negara dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa negerinya, Korea Selatan dan juga Tiongkok. Saat perkenalan, anak-anak bergembira, dan juga ada beberapa yang histeris mendengar mahasiswa Korea dan China berbahasa Korea dan Mandarin .
Untuk menyambut kedatangan para mahasiswa asing ini, anak-anak menghibur dengan menyanyi dan menari. Ada juga anak-anak yang menirukan gaya nyanyi grup K-Pop, Black Pink.

Para mahasiswa yang berkunjung ke TMB Bukit Duri Bercerita adalah Student Exchange yang kini kuliah di Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang berasal dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan yaitu Chaewon Lee , Sungsoo Ha, Dain Lee, Jin Dong Hoon. Adapun yang berasal dari Tiongkok, Jiang Xue yang sedang menempuh S2 di FIB UI.

Selama berinteraksi dengan sekitar 40-an anak-anak TBM Bukit Duri Bercerita, para mahasiswa merasa mendapat pengalaman unik. Mereka menilai anak-anak ini cukup aktif, berani, dan penuh semangat.

“Ini adalah waktu yang berarti untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan sukarela. Saya akan berusaha untuk menyampaikan pengalaman berharga ini melalui berbagai kegiatan,” ucap Dain Le.

Pendapat senada juga diungkapkan mahasiswa asal Tiongkok, Jiang Xue. Dia merasa sangat beruntung bisa berkunjung dan bergaul dengan anak-anak Bukit Duri. “Saya dan teman lain bermain dengan anak-anak yang lucu dan lincah di acara tersebut. Mereka pandai menyanyi dan menari dan sangat antusias. Setiap anak sangat lucu. Menjelang akhir acara, sambil membagikan jajanan, kami berjabat tangan dengan masing-masing anak, dan beberapa anak melakukan salim atau cium tangan,” kata Xue.

Jiang Xue mengatakan, di TBM Bukit Duri Bercerita, pendirinya, Ibu Safrudiningsih yang akrab disapa Kak Ning Nong juga mengajari kami cara memakai jilbab. Ketika kami ingin melihat rumah ibadah atau masjid di sekitar, lanjut Xue, dia dan temen-teman mahasiswa lain diantar masuk ke dalam masjid.

“Seluruh warga Bukit Duri sangat ramah. Ibu dan Pak Suradi juga menyiapkan makanan Indonesia yang beragan untuk kami. Ada asinan, rempeyak, buah, dan sebagainya. Kami mengobrol dengan Ibu Ning dan Pak Suradi sambil mencicipi makanan. Banyak hal yang saya dapatkan hari ini, saya merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat Indonesia, dan belajar banyak ilmu menarik,” ungkap Jiang Xue.

Pembelajaran Bahasa Asing

Sementara itu, mahasiswa FIB UI asal Riau, yang menjadi pemandu para mahasiswa asing ini, M. Ilham Sepri mengatakan, di TBM Bukit Duri Bercerita, dirinya belajar banyak hal. Dia mengaku sangat menyenangkan terutama melihat antusias adik-adik terhadap pembelajaran bahasa yang belum pernah mereka pelajari seperti bahasa Korea , bahasa Tiongkok dan bahasa isyarat
“Di satu sisi teman-teman saya yang berbeda negara sangat menyukai acara hari itu, mereka berpendapat bahwa bermain sambil belajar adalah hal yang sangat menyenangkan dan membuat kita menumbuhkan jiwa rajin belajar akan hal baru,”ungkap Ilham.

Sedangkan kolega Ilham yaitu Anggini Sitti Nubalisha berpendapat, adanya kegiatan seperti ini sangat berguna untuk meningkatkan literasi pada lingkungan anak-anak saat ini. “Seperti kita tau angka literasi di Indonesia sangatlah sedikit, saya berharap akan banyak TBM yang terus aktif memberikan jiwa semangat belajar di manapun ia berada,”kata Anggini.

Pendiri TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih mengatakan, dirinya bergembira karena dikunjungi para mahasiswa FIB UI asal Korea, Tiongkok, dan Indonesia. “Di samping para mahasiswa memberi motvasi pada anak-anak, kami juga belajar dengan para mahasiswa yaitu semangat untuk belajar dan mendalami Bahasa dan budaya Indonesia,” katanya.

Safrudiningsih mengemukakan, kedatangan para mahasiswa selain menghibur anak-anak, juga menginspirasi mereka untuk belajar lebih tinggi dan ketika ditanya, umumnya anak-anak bersemangat suatu ketika bisa pergi ke Korea.

Seputar TBM Bukit Duri Bercerita

Taman Bacaan Masyarakt (TBM) Bukit Duri Bercerita (Bukdur Bercerita) didirikan pada tanggal 28 November 2019. Bertepatan dengan Hari Dongeng Nasional. Meski usia TBM masih di bawah lima tahun, tapi kegiatan sangat dinamis dan menarik baik in door maupun out door. Sampai Saat ini, Seluruh kegiatan TBM Bukit Duri Bercerita masih didanai oleh dana pribadi atau mandiri. Taman bacaan yang terletak di Jalan Bukit Duri Tanjakan III No 8,Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan ini didirikan oleh Kak Ning Nong/ Safrudiningsih dan Kak Sur/Suradi.

Safrudiningsih menjelaskan visi TBM yang diririkannya yakni meningkatkan minat baca dan minat belajar berbagai keterampilan lebih tinggi di kalangan anak-anak dan remaja di Jakarta, khusunya di wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan melalui berbagai kegiatan rutin di TBM dan kegiatan outing ke tempat-tempat terkait yang menggugah pembelajaran. Selain itu meningkatkan kecerdasan masyarakat dengan menerbitkan buku yang berguna dan juga kegiatan UMKM untuk pemberdayaan masyarakat sekitar.

Sedangkan misinya lanjut Safrudiningsih, menebarkan semangat kebaikan melalui kegiatan belajar, penanaman nilai-nilai moral, karakter, edukasi penggunaan media sosial, peningkatan minat baca, pemberian keterampilan kepada anak-anak dan remaja sehingga menunjang kemampuan belajar di sekolah dan bersosial di masyarakat, dan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar. (Pram)

Related posts