Ketua DPR: Kerahkan Semua Sumber Daya untuk Minimalisir Dampak Bencana

0
Ketua DPR Bambang Soesatyo

JAKARTA (Suara Karya): Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mendorong pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar langsung mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk meminimalisir dampak bencana akibat gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada Jumat (28/9) malam.

Sambil terus memantau perkembangan di lokasi bencana, Ketua DPR sangat prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas para korban akibat bencana itu. Pada tahap awal pasca gempa dan tsunami, katanya, pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD hendaknya memrioritaskan ketersediaan ragam kebutuhan semua warga terdampak gempa dan tsunami.

“Utamanya adalah air bersih, makanan dan minuman, obat-obatan, selimut hingga tenda-tenda penampungan. Tak kalah pentingnya adalah menerjunkan tim dokter dan tenaga medis untuk menangani para korban luka,” ujar Bambang, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/10).

Dia juga mengapresiasi kesigapan prajurit TNI, Polri, Basarnas, para relawan hingga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang langsung pro aktif mengevakuasi dan memberi pertolongan pertama pada para korban.

Selain memberi pertolongan kepada para korban, katanya, pemerintah juga hendaknya bergerak cepat untuk memperbaiki atau merevitalisasi sejumlah infrastruktur strategis yang rusak. Hingga tadi malam, Bandara lumpuh, listrik padam sehingga jaringan telekomunikasi pun lumpuh.

“Ketiadaan daya listrik menyebabkan sejumlah peralatan medis di rumah-rumah sakit tidak bisa berfungsi. Bandara yang lumpuh tentu saja akan menyulitkan penyaluran bantuan. Mau tak mau, infrastruktur strategis yang rusak hendaknya segera diperbaiki. Karena itu, kementerian Perhubungan, Kominfo dan PLN hendaknya langsung bekerja,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Donggala di Sulawesi Tengah ini, menyebabkan tsunami menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai Donggala. Selain menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan dan merusak jaringan listrik serta jaringan telekomunikasi, gempa dan tsunami itu juga menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan korban luka-luka. (Gan)