Ketua Umum DNIKS: Banyak Peluang Baru di Tengah Wabah Corona Tanpa Harus Menutup Usaha

0
Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Tantyo Adji Sudharmono. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Wabah virus corona hingga kini masih terus menyebar di seluruh penjuru dunia. Pandemi Corona pun bukan hanya menelan korban melainkan juga menimbulkan dampak besar di berbagai bidang. Salah satunya yakni di bidang ekonomi dan usaha, karena adanya virus corona membuat sejumlah usaha terpaksa ditutup.

Banyak usaha kecil menengah diantaranya toko, warung, hingga tempat perbelanjaan memilih untuk tutup dan memberhentikan sebagian karyawannya (PHK). Ditambah dengan adanya gerakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Ibukota yang melarang masyarakat untuk tidak berkegiatan di seluruh fasilitas umum dan swasta.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Tantyo Adji Sudharmono menilai orang banyak beranggapan menutup usaha dan memberhentikan karyawan adalah langkah terbaik dalam menyelamatkan suatu bidang usaha di tengah wabah Corona.

Padahal, kata Tantyo, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dunia usaha tanpa harus menutup usahanya di tengah wabah Corona seperti ini. “Mengingat apabila kita memberhentikan karyawan maka sama saja halnya kita memutus rejekinya,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, ada beberapa yang bisa dilakukan dalam mensiasati di tengah wabah ini, misalnya ketika terjadi panic buying, sebisa mungkin untuk menolak pemborongan barang-barang oleh masyarakat menengah ke atas untuk di timbun karena hal ini secara tidak langsung akan mempercepat kelangkaan barang dan toko akan tutup karena kehabisan stok, sehingga memicu kenaikan harga (persediaan barang tidak sebanding dengan permintaan).

Di samping itu, perlu juga penerapan metode jual beli secara online dimana ini bisa membuka peluang usaha baru dengan memperluas layanan usaha. Ditambah berkolaborasi dengan jasa pengantaran online seperti Grabkios dengan metode pembayaran menggunakan pihak ketiga seperti Ovo, sambil menekankan kurir yang mengantar pesanan mengenakan APD dan menjaga kebersihan.

Selain itu, pemilik usaha juga wajib menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan karyawan sebelum masuk dan keluar toko, mengurangi jam kerja karyawan agar tidak terforsir, memfasilitasi alat pelindung diri, dan memberikan suplement vitamin.

Sebagai contoh, Tantyo Sudharmono melihat bagaimana usaha yang dimiliki artis Ruben Onsu yang tetap berjalan di tengah wabah virus Corona ini. Bisnis tetap jalan tanpa memberhentikan karyawannya.

Bahkan, meski mengalami penurunan omset, namun tidak menghalangi Ruben Onsu untuk terus berbagi dan membantu sesama. Mereka memberi bantuan kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Bantuan tersebut berupa paket makanan Geprek Bensu sebanyak 10 ribu dibagikan selama satu bulan full untuk tim medis di RS Persahabatan.

“Wabah Covid-19 adalah ujian bagi pemerintah, bagi para pengusaha, bagi masyarakat indonesia, Tuhan melihat apakah kita bisa mengendalikan keegoisan dan sifat tamak, karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial, saling membantu antarsesama,” kata Tantyo Sudharmono.(Pramuji)