Ketum Bravo-5 Minta Pendukung Jokowi Teriakan Persatuan

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Bravo 5, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mangajak para relawan dan pendukung setia pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo/KH Ma’ruf Amin, untuk menghentikan teriakan 01. Saat ini, kata dia, sudah saatnya meneriakan 03, yakni persatuan dan kesatuan sebagaimana bunyi Sila Ketiga Pancasila.

“Saya minta tidak ada lagi teriakan 01. Kita sekarang teriakan 03, yaitu teriakan persatuan sebagaimana Sila Ketiga dari Pancasila,” ujat Fachrul Razi, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Dia menyatakan hal itu, menanggapi hasil sementara hitung cepat (quick count) hasil pencoblosan hari ini yang memenangkan pasangan Jokowi/Ma’ruf.

“Ini belum resmi, tapi pengalaman menunjukkan, apalagi sudah 80 persen suara yang masuk dengan ‘margin of error’-nya hanya satu persen, secara akal sehat kita akan jadi pemenangnya,” ujarnya yakin.

Menurut dia, ini merupakan kemenangan yang pantas diraih oleh Jokowi. “Karena apa? Karena yang dilakukan Pak Jokowi sudah sangat luar biasa. Semua rakyat Indonesia bisa melihat bahwa pembangunan yang dilakukan Jokowi sangat luar biasa pesatnya. Bahkan boleh dikatakan tidak ada bandingannya dengan pembangunan yang dilakukan para pemimpin sebelumnya,” ujar Fachrul menambahkan.

Dia mengatakan, langkah yang akan dilakukan setelah melihat hasil ini, Pihaknya akan melakukan pengamanan dan pengawalan sebagaimana dilakukannya selama ini.

Terkait kemungkinan adanya gugatan dari pihak yang kalah, Fachrul menegaskan bahwa itu merupakan urusan penegak hukum. “Itu jalur hukum yang ditempuh, kita tidak akan mencampuri urusan hukum. Itu bukan urusan kita lagi. Yang jelas, kalau ada gugatan-gugatan, kita tidak akan memghambat, silakan saja sepanjang mengikuti aturan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan Bravo-5, Kartini mengatakan, kemenangan ini adalah kemenangan total perempuan Indoneaia.

“Dan ini kita memastikan bahwa kualitas dari ibu dan anak akan bisa ditingkatkan secara optimal. Karena keberpihakan dari pemerintah jokowi bagi perempuan. Kita tidak harus mendengar lagi perempuan2 yang ada traficking, kita tidak perlu lagi mendengar adanya perkawinan usia dini. Itu semua harus disudahi. Kita semua harus bersyukur bahwa presiden jokowi memenangkan seluruh pertarungan ini dan inilah kemenangan perempuan,” katanya. (Gan)