KH Ma’ruf Amin Ajak Masyarakat Cirebon Berpikir Cerdas dalam Memilih Pemimpin

0

JAKARTA (Suara Karya): Calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, mengingatkan masyarakat Babakan Waringin, Cirebon, Jawa Barat, agar berpikir cerdas dalam memilih calon presiden pada Pamilu 2019. Pemimpin yang terbukti telah berbuat banyak bagi bangsa Indonesia, itulah yang perlu dipilih.

“Pak Jokowi selama jadi Presiden, telah banyak berbuat bagi bangsa dan negara. Karenanya, saya mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Cirebon, untuk berpikir cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan terpengaruh dengan isu-isu hoaks yang berseliweran di media sosial. pak Jokowi bukan memberikan janji, tetapi bukti,” ujar Ma’ruf, saat bersilaturahmi dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/2/2019).

Pada kesempatan itu, KH Ma’ruf juga menjelaskan alasan dirinya menerima tawaran jadi calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo dalam Pemilu 2019.

“Banyak bertanya pada saya. Kenapa saya mau untuk menjadi wapres, padahal sudah jadi Rois Am PBNU dan Ketua Umum MUI. Saya menerima tawaran itu, sebagai penghormatan pada para Kyai, penghormatan pada warga NU, sekaligus penghormatan pada warga Cirebon sebagai keturunan Kyai Cirebon, dan warga Jawa Barat pada umumnya.

Sebelumnya, kata Ma’ruf, pernah ada wapres dari Jawa Barat (Umar Wirahadikusuma) dari militer, sekarang ada cawapres dari Kyai. “Artinya, kalau orang Cirebon tidak memilih wapres yang berasal dari Jawa Barat, maka ‘Innalilahi Wa’innaillaihi Roji’un. Kelewatan, kalau kata orang Sunda ‘teungteuingeun’ alias ‘kabina bina’,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, kesediaan dirinya mendampingi Jokowi, juga sebagai penghormatan kepada para ulama Indonesia pada umumnya, dan ulama Cirebon pada khususnya. “Siapa tau nanti orang Cirebon jadi presiden,” katanya.

Menurut Ma’ruf, bisa saja Jokowi memilih TNI, Polisi, politisi, profesional, atau pengusaha untuk menjadi cawapres pada Pemilu 2019. “Tapi Pak Jokowi tidak memilih mereka. Pak Jokowi lebih memilih saya sebagai ulama. Ini berarti sebuah penghormatan beliau terhadap para ulama,” ujarnya menambahkan. (Gan)