Kini Bekerja di WB, Metode Belajar Zenius Bantu Indah Shafira Meraih Mimpi

0

JAKARTA (Suara Karya): Lebih dari 17 tahun, Zenius telah mengajarkan ratusan ribu siswa untuk memiliki pola berpikir kritis. Pola berpikir kritis menjadi salah satu modal bagi siswa meraih pendidikan yang lebih tinggi dan berkarir.

“Saya belajar mandiri dari Zenius sejak 2013. Manfaatnya masih saya rasakan hingga kuliah di Harvard, lalu kini bekerja di Bank Dunia (World Bank/WB),” ujar Indah Shafira dalam webinar yang digelar Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud) bertajuk “Merangkai Indonesia yang Cerdas, Cerah” dan Asyik, Rabu (21/4/21).

Pembicara lain dalam webinar adalah Chief Education Officer Zenius, Sabda PS dan Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA) Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud, Purwadi Sutanto.

Menurut Indah, metode belajar Zenius mampu membangun kemampuannya dalam berpikir kritis dan kemampuan dasar. Hasil belajar itu membuatnya memiliki pola pikir yang sistematis, terlebih saat menyusun ide dan menyelesaikan masalah di pekerjaan.

“Saya harap makin banyak siswa yang bisa merasakan manfaat pola berpikir kritis untuk meraih masa depan yang cerah,” ujarnya.

Indah menuturkan perkenalannya dengan Zenius pada 2013. Saat ke toko buku, ia tertarik pada compact disc (CD) pembelajaran yang dibuat Zenius. Setelah itu, ia mengaku jatuh cinta dan selalu membeli setiap ada keluaran CD terbaru.

“Saya jadi mengerti setiap materi pembelajaran yang diajarkan guru di kelas. Bukan hanya itu, keistimewaan Zenius ada pada materi pembelajaran untuk memgembangkan 4 kemampuan dasar,” ujarnya.

Indah kembali menegaskan dirinya menjadi pribadi sekarang bukan semata karena Zenius. Tetapi Zenius banyak membantunya dalam mengembangkan kemampuan dasar untuk bekal karirnya saat ini.

“Ini perlu dipahami para siswa, Zenius memang membantu kita dalam belajar, tetapi kualitas diri hanya dibangun oleh mereka yang semangat belajar tidak pernah berhenti,” kata Indah menandaskan.

Chief Education Officer Zenius, Sabda PS menambahkan, guna mewujudkan komitmen untuk membentuk lebih banyak individu yang cerdas, cerah dan asyik, Zenius telah membuka akses secara gratis ke lebih dari 90.000 video dan bank soal untuk seluruh siswa di Indonesia.

“Zenius juga mengembangkan kecerdasan buatan bernama ZenBot. Fitur itu membantu siswa belajar dengan cara memberi solusi pada soal-soal sulit dan memberi rekomendasi materi pembelajaran untuk menguasai soal sulit tersebut. Fitur itu dapat diakses secara gratis lewat aplikasi Zenius atau WhatsApp,” ujar Sabda.

Selain mengembangkan konten untuk siswa, Zenius juga telah meluncurkan sistem manajemen pembelajaran Zenius untuk Guru (ZenRu) yang juga dapat diakses secara gratis.

Lewat ZenRu, para guru dapat mengakses bank soal Zenius yang terdiri dari soal LOTS dan HOTS untuk menstimulasi siswa dalam belajar. Zenius juga bekerja sama dengan dinas pendidikan di berbagai provinsi untuk memberi pelatihan kepada guru dalam memanfaatkan platform Zenius.

“Tujuannya, agar guru dapat mengelola pembelajaran dengan lebih efisien dan punya lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa,” ujarnya. (Tri Wahyuni)