KKP Ekspor Produk Olahan Sidat ke Jepang dan Amerika Serikat

0
suarakarya.co.id/Istimewa

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengawali kinerja baru di 2020 dengan melakukan ekspor perdana produk perikanan senilai Rp13,3 miliar. Ekspor perdana dilakukan serentak di tiga lokasi anak perusahan nasional PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, yakni di Banyuwangi Jawa Timur, Medan Sumatera Utara, dan Cirebon Jawa Barat.

“Kali ini kita ekspor perdana produk olahan sidat dengan negara tujuan Jepang, fillet/loin ke Amerika Serikat, dan olahan tilapia ke Filipina, serta pakan udang ke Timor-Leste,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Agus Suherman di Jakarta, Selasa (14/01/2020).

Agus menjelaskan, pelepasan ekspor perdana ini menandai penambahan agregasi ekspor perdana produk perikanan nasional yang pada bulan Januari 2020 sampai dengan 9 Januari 2020 telah mencapai Rp1,4 Triliun.

Eskpor produk perikanan ini, kata Agus, sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar KKP terus meningkatkan ekspor produk perikanan, sehingga dapat menambah devisa nasional, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dalam negeri, serta memberikan efek pada kesejahteraan karyawan serta masyarakat luas, yang memasok segala hal yang terkait dengan ekspor, antara lain kebutuhan pasokan barang dan jasa pendukung, freight fowarding dan jasa logistik lainnya.

Pelepasan ekspor perdana yang berlokasi di salah satu anak perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, yaitu PT. Suri Tani Pemuka, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditandai dengan pemencetan tombol sirine bersama dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri-Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Akuakultur PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk., Ardi Budiono.

Usai pelepasan ekspor dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya sidat di Bomo, Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Agus yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ekspor perdana awal tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan ekspor dan mencapai target ekspor nasional 2020 sebesar USD 6,47 miliar.

“KKP terus mendorong Unit Pengolahan Ikan seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kinerjanya untuk meningkatkan ekspor,” tutur Agus Suherman.

Sebagaimana diketahui, produk perikanan merupakan salah satu sektor andalan ekspor Indonesia untuk mengurangi defisit neraca perdagangan luar negeri. Ekspor produk perikanan mempunyai kapasitas daya ungkit yang tinggi dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, pengolah, dan pembudidaya ikan.

Ini diamini oleh Bupati Azwar Anas. Kata dia, di tengah kerja keras pemerintah dalam mengurangi necara defisit transaksi berjalan, awal tahun ini PT. Japfa mampu melakukan ekspor. “Ini adalah angin segar di awal tahun. Kami atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada PT. Japfa karena telah bekerja dengan baik,” ujarnya.

Kepala Akuakultur PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk., Ardi Budiono menambahkan, KKP terus melakukan komunikasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga, Perwakilan RI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/kota dalam rangka mempercepat pencapaian target ekspor ikan nasional. KKP juga terus mendorong dan memfasilitasi penetrasi pasar, baik pasar tradisional (Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa) maupun ke pasar nontradisional seperti pasar Timur Tengah, baik melalui penanganan hambatan ekspor, perundingan penurunan hambatan tarif impor di negara mitra, pameran, misi dagang dan lain-lain.

“Pelepasan ekspor ini merupakan bentuk konsistensi PT. Japfa dalam mendukung ekspor di berbagai komoditas, dimana awal tahun ini PT. Japfa kembali mengawalinya dengan mengekspor produk budidaya perikanan. Hal ini tidak terlepas dari upaya PT. Japfa dalam mendukung program pemerintah meningkatkan devisa negara demi terciptanya kesejahteraan bersama,” ujar Ardi Budiono. (Pramuji)