KKP Implementasikan Pembangunan Indonesia dari Pinggiran Melalui RZKSNT

0
Direktorat Perencanaan Ruang Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, melakukan Konsultasi Publik Program Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZKSNT) dengan jajaran pemerintah Kepri dan TNI Angkatan Laut, di Bintan, Kepri, Jumat (23/11/2018). (suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

Membangun Indonesia dari pinggiran, itulah salah satu rencana besar yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di era pemerintahannya (2014-2019).

Diketahui, gagasan itu muncul akibat adanya kesenjangan pembangunan daerah yang berimbas kepada kemiskinan penduduk di wilayah yang masih minim pembangunan.

Melalui beberapa kementerian dan lembaga, Jokowi memerintahkan pembangunan harus merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pinggiran atau pulau-pulau kecil terluar.

Rupanya, perintah presiden langsung ditangkap dan disambut baik oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Melalui program Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZKSNT).

Kementerian yang dipimpn Menteri Susi Pudjiastuti, ini bergerak cepat untuk menjadikan pulau-pulau kecil dan pulau terluar sebagai target pembangunan.

Kasubdit Kawasan Strategis, Direktorat Perencanaan Ruang Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Sofyan Hasan mengungkapkan , banyak yang bisa didapatkan melalui program RZKSNT.

Selain pemerataan pembangunan wilayah, RZKSNT juga membangun sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian pembangunan.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Aan ini mengungkapkan, pembangunan pulau terluar ini sekaligus juga menjaga kedaulatan Indonesia.

Salah satu pulau yang sudah diresmikan sebagai kawasan RZKSNT adalah Pulau Nipa di Kota Batam, Kepri. Investasi kilang minyak sebesar Rp 6,5 triliun sudah beroperasi.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kelauatan dan Perikanan (Permen-KP) No 32 Tahun 2017 tentang Rencana Zonasi KSNT Pulau Nipa.

“Tentunya ini sangat membuat perubahan signifikan bagi perekonomian penduduk sekitar, dan pembangunan infrastruktur di Pulau Nipa juga menjadi lebih cepat dan baik,” kata Aan saat melakukan konsultasi publik di Bintan, Kepri, Jumat (23/11/2018).

Pada acara yang dihadiri jajaran pemerintah Provinsi Kepri dan TNI Angkatan Laut ini, Aan mengungkapkan bahwa masih ada 10 kawasan RZKSN yang menjadi target dan fokus pemerintah pusat untuk dilakukan pembangunan.

“Pulau Tokonghiu Kecil, Karimunanak, Pelampung, Berakit, Sentut, Batuberantai, Putri, Bintan, dan Malangberdaun. Ini sepuluh pulau yang masuk dalam rencana RZKSNT di Batam, Bintan, dan Karimun, Provinsi Kepri,” ujarnya. (Pramuji)