KKP Kembali Tangkap Dua Kapal Ikan Asing

0
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nelalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) kembali menangkap dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam dan Philipina di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sekitar Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, baru-baru ini. (Foto: Humas PSDKP)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap sebanyak dua kapal perikanan asing yang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia.

“Setelah berhasil menangkap dua kapal ikan asing berbendera Vietnam pada tanggal 14 Mei 2018 di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sekitar Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, kali ini dua kapal ikan asing berbendera Philipina berhasil ditangkap oleh Kapal Pengawas Hiu 015,” kata Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo di Jakarta, Jumat (18/5).

Nilanto Perbowo memaparkan, penangkapan terbaru terhadap dua kapal ikan asing berbendera Philipina tersebut dilakukan di perairan ZEEI Laut Sulawesi, tepatnya 274 mil barat laut Tahuna.

Penangkapan itu, ujar dia, dilakukan pada tanggal 17 Mei 2018, sekitar pukul 16.15 WITA terhadap kapal F/B HANADOREA FIVE yang berbobot 13 gross tonnage (GT) dengan jumlah awak kapal tiga warga negara Filipina.

Kapal ikan asing berbendera Philipina. (Foto: Humas PSDKP)

Selain itu, ditangkap pula jenis kapal lightboat (kapal lampu), serta kapal JRV. 02 (6 GT) dengan jenis kapal pumpboat dan diawaki dua warga negara Philipina.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh Kapal Pengawas Hiu 015, kedua kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan penangkapan ikan di WPP-RI.

Selanjutnya, kedua kapal di kawal menuju Stasiun PSDKP Tahuna, Sulawesi Utara untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Penangkapan atas dua kapal tersebut menambah jumlah kapal perikanan yang ditangkap oleh KKP melalui Kapal Pengawas Perikanan.

Sampai dengan tanggal 18 Mei 2018, jumlah kapal perikanan ilegal yang ditangkap sebanyak 41 kapal dengan rincian kapal Vietnam sebanyak 8 kapal, Philipina 4 kapal, Malaysia 1 kapal, dan Indonesia 28 kapal. (Bayu Legianto)