KKP-Polri Sinergi Manfaatkan Jaringan Interpol Berantas Pencurian Ikan

0
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Tb Haeru Rahayu. ANTARA/HO-Dok KKP

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri terkait pemanfaatan jaringan Interpol dalam rangka memberantas pencurian ikan dan aktivitas terkait lainnya di Tanah Air.

“Ini dapat semakin memperkuat sinergi antara Ditjen PSDKP dengan Kepolisian Republik Indonesia khususnya Divhubinter,” kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Tb Haeru Rahayu, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Tb Haeru memastikan bahwa sinergi antara KKP dan Polri telah berjalan sangat baik, terlebih kedua lembaga juga memiliki Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Selain itu, ujar dia, aparat kedua instansi juga telah saling bahu membahu dalam penanganan penangkapan ikan ilegal di lapangan.

Jaringan Interpol I-24/7 merupakan jaringan komunikasi global Interpol yang disebut sebagai Interpol Global Police Communication System (IGCS) yang bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu, yang digunakan sebagai sarana pertukaran informasi antara negara anggota Interpol.

Dengan jaringan ini, Ditjen PSDKP-KKP akan memperoleh berbagai pemutakhiran terkini salah satunya terkait kejahatan lingkungan termasuk berbagai modus operandi illegal fishing dan kapal-kapal ikan yang menjadi buruan internasional.

Terkait dengan pemanfaatan Jaringan Interpol I-24/7 ini, Tb Haeru mengutarakan harapannya akan semakin memperkuat upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal yang saat ini menjadi prioritas KKP.

“Terima kasih dan apresiasi telah memberikan kami akses pemanfaatan jaringan ini, kami akan pergunakan sebaik-baiknya dalam menunjang pemberantasan illegal fishing,” ujarnya.

Kepala Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Republik Indonesia, Irjen Pol Johni Asadoma menyampaikan apresiasinya atas inisiasi dari Ditjen PSDKP-KKP untuk pemanfaatan jaringan ini.

Dia juga menyampaikan bahwa kasus-kasus yang bersifat transnasional memang menjadi salah satu fokus kerja sama yang dilakukan oleh Interpol. Lebih lanjut Johni juga menyampaikan akan terus memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pemberantasan illegal fishing yang dilakukan KKP.

“Kasus-kasus seperti illegal fishing ini menjadi salah satu perhatian dari Interpol,” jelas Johni. (Andara Yuni)