PANDEMI COVID-19
KKP Proteksi Petugas Kapal Pengawas Perikanan

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproteksi dan memfasilitasi petugas patroli pengawasan kapal perikanan dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD). Hal ini dilakukan, untuk tetap menjaga mereka dari paparan Covid-19 yang dibawa para pelaku penangkapan ikan ilegal di laut Indonesia.

“Kami harus benar-benar melindungi para petugas lapangan dari penularan virus yang kemungkinan dibawa oleh para anak buah kapal (ABK) ikan asing itu. Apabila kita lengah dan tidak memberikan APD kepada mereka, maka risiko kematian akibat penularan virus itu oleh seluruh petugas tidak bisa dihindarkan,” kata Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Ipung Nugroho Saksono di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

(Kapal pengawas perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengkapan kapal ikan asing. Dok Humas KKP)

Ditegaskan Ipung, pihaknya menjaga sekali dalam apa protokol kesehatan sehingga keluar masuk kapal -pun harus benar-benar dipastikan kalau orang itu dalam keadaan sehat.

Dia juga menjelaskan, dalam melakukan pemeriksaan ABK kapal ikan asing di laut, KKP juga menerapkan protokol kesehatan. Di dalam kapal pengawas telah disiapkan APD seperti baju hazmate, hand sanitizer, thermo gun, dan desinfektan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk mengantisipasi jika ada 12 kan bahkan lebih ABK kapal ikan asing yang diperiksa di tengah laut dan salah satu dari mereka saat kita periksa suhu badannya melebihi 37 derajat celcius, maka pemeriksaan tidak akan dilanjutkan dan para petugas mengusir mereka dari laut Indonesia.

(Petugas Patroli Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap kapal ikan asing)

“Kita tidak mau ambil risiko jika dalam pemeriksaan ada ABK yang terindikasi terpapar Covid-19. Daripada kami harus mengorbankan petugas, lebih baik para pencuri ikan itu kami usir keluar laut Indonesia saja. Menurut saya, ini jauh lebih aman,” katanya.

(Petugas Patroli Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap kapal ikan asing)

Dia mengatakan, jangan menambah beban pemerintah dengan mendatangkan ABK yang terindikasi terpapar Covid-19, sebab untuk saat ini banyak pemerintah daerah yang menolak kehadiran orang asing di daerahnya. “Yang terlihat sehat saja pemerintah daerah berpikir ber-kali-kali apalagi yang terindikasi Covid-19. Pasti dengan tegas ditolak,” kata Ipung. (Bayu)