KKP Tangkap Lima Kapal Cumi Milik Vietnam

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap  lima kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam, di perairan laut Natuna Utara, pekan lalu. Kapal-kapal itu ditangkap petugas kapal pengawas dari Direktorat Jederal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sedang mencuri ikan di laut Indonesia.

Penangkapan KIA kali ini merupakan bukti bahwa kegigihan awak kapal pengawas perikanan senafas dengan 100 hari kerja Menteri Trenggono yang telah berhasil menciptakan efek gentar kepada para pelaku pencurian ikan di laut Indonesia.

Direktur Pemantauan Operasi Aramada, PSDKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan, pencuri ikan asal Vietnam biasanya menggunakan trawl. Namun kali ini sedikit berbeda, mereka dalam modus operandinya menggunakan jaring cumi.  

Namun demikian, berkat kecerdikan anggota kapal pemgawas, modus operandi yang memang relatif baru ini mereka gunakan agar lolos dari sergapan petugas. Tetapi pelanggaran batas wilayah penangkapan dan tidak bisanya menunjukan dokumen lengkap, menjadikan alasan petugas menyeret mereka kedaratan untuk pemetiksaan lebih lanjut.

“Sekarang mereka mengincar komoditas cumi di perairan kita. Padahal mereka kerap gunakan trawl. Tetapi pelanggaran yang tetap harus ditindak tegas,” ujarnya Ipunk di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Ipunk juga menceritakan, saat penangkapan berlangsung, kelima KIA ini tidak mampu mengelabui kokohnya sergapan kapal Hiu Macan Tutul 1, Hiu Macan Tutul 2, Hiu 11, serta Orca 3 yang berhasil menangkap mereka.

“Kelima kapal tersebut adalah, KM. BD 93277 (28,6 GT), KM. BD 30925 TS (27 GT), KM. BD 30135 TS (23 GT), KM. BV 99689 TS (27 GT), dan KM. BV 78409 (27 GT),” ujarnya.

Selain barang bukti berupa kapal, aparat turut mengamankan 28 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Vietnam.

Dengan adanya penangkapan dengan modus baru ini, Ipunk menegaskan bahwa bahwa para pencuri ikan memang sangat tergiur akan gurihnya sumber daya ikan Indonesia. 

Oleh sebab itu, pihaknya akan semakin memperketat pengawasan di wilayah-wilayah perbatasan.

“Kami perkuat pengawasan di Laut Natuna, Laut Arafura dan Utara Laut Sulawesi,” jelas Ipunk.

Ipunk kembali mengucapkan terimakasih yang tak terkira atas kerjasama yang terbangun apik selama ini antara KKP, Bakamla RI, TNI AL, Polairud dan dinas terkait yang ikut menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. 

Penangkapan lima KIA ilegal ini memperpanjang catatan penangkapan pelaku pencurian ikan di laut Indonesia. Pada tahun 2021, KKP telah melakukan proses hukum terhadap 72 kapal yang terdiri dari 7 kapal berbendera Vietnam, 5 kapal berbendera Malaysia, dan 60 kapal berbendera Indonesia. (Bayu)