Klaim Layanan Covid-19 di RS Capai Rp15 Triliun!

0
Dirjen Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan (Kemkes) membayar klaim rumah sakit (RS) untuk pelayanan corona virus disease (covid-19) hingga Rp15 triliun. Dana itu untuk klaim yang ditagihkan RS sejak Maret hingga pertengahan Desember 2020.

“Dana Rp15 triliun untuk pembayaran klaim layanan covid-19 yang tersebar di 1.683 rumah sakit di Indonesia, baik negeri maupun swasta,” kata Dirjen Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (4/2/2021).

Data Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemkes mencatat, ada 2.654 RS dari total 3.014 RS di Indonesia yang memberi pelayanan dan perawatan terhadap pasien covid-19.

Kadir mengakui ada kendala di lapangan yang membuat proses pembayaran klaim layanan covid-19 di rumah sakit belum optimal. Kendala itu biasanya karena ada ketidaksesuaian antara klaim yang diajukan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Karena itu, rumah sakit diminta untuk segera melengkapi syarat-syarat klaim, agar proses pembayarannya berjalan lancar. Proses verifikasi sendiri dilakukan oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Klaim rumah sakit yang masuk hingga akhir Desember 2020 masih ada beberapa yang belum terbayarkan. Hal itu terjadi lantaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kementerian Keuangan pada saat klaim diajukan sudah masuk proses tutup buku.

“Klaim RS untuk periode Januari 2021 juga belum terbayarkan, karena anggaran yang diajukan Kemkes masih berproses di kementerian Keuangan,” tuturnya.

Kadir menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan agar pembayaran dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Proses pembayaran klaim dari Kemkes ke rumah sakit akan segera dilakukan setelah dana cair dari Kementerian Keuangan,” kata Kadir menegaskan.

Dijelaskan, pengajuan klaim dimaksudkan untuk menjaga cashflow RS guna menjaga mutu kendali pelayanan RS yang lebih baik. Untuk itu, pihaknya berharap RS dengan pelayanan covid-19 dapat segera mengajukan klaim ke Kemkes, demi kelancaran cashflownya. (Tri Wahyuni)