KNIU Dorong Jurnalis Indonesia Ikuti Guillermo Press Freedom Prize 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah mendorong jurnalis Indonesia ikuti Guillermo Cano Press Freedom Prize 2022. Tenggat waktu pendaftaran ke KNIU pada 4 Februari 2022.

“Indonesia memiliki banyak insan jurnalistik yang tak kenal lelah memperjuangkan kebebasan berekspresi dan berkontribusi pada perdamaian dan toleransi lewat media massa,” kata Itje keterangan pers terkait perhelatan Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2022 secara virtual, Jumat (14/1/22).

Hadir dalam.kesempatan itu, tenaga ahli Dewan Pers, Stefi.

Sebagai informasi, Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2022 adalah penghargaan bagi insan pers yang ditetapkan Dewan Eksekutif UNESCO pada 1997 untuk menghormati Guillermo Cano Isaza, jurnalis Kolombia yang tewas saat menjalankan profesinya pada 17 Desember 1986.

Penghargaan tersebut diberikan kepada individu, organisasi, atau lembaga yang berkontribusi mempertahankan dan memperjuangkan kebebasan pers di seluruh dunia, dengan segala risiko pekerjaannya.

Menyoal tata cara pendaftaran, Itje menjelaskan, nama yang diajukan harus ada pengusulnya. Di Indonesia, pengajuan nama, salah satunya bisa melalui KNIU, organisasi kemasyarakatan dan nonprofit internasional, regional, serta organisasi nonprofit lain yang aktif dalam bidang jurnalisme.

“Para jurnalis harus melengkapi data pribadi, melampirkan berkas karya-karya jurnalistik, melengkapi biografi singkat dan pernyataan motivasi dan foto diri. “Kalau yang mendaftar adalah organisasinya, maka harus dilampirkan statuta keabsahan organisasinya,” ucapnya.

Jurnalis yang berminat dapat mengisi formulir nominasi yang dapat diunduh pada tautan https://en.unesco.org/sites/default/files/wpfp_nominationform_2022.pdf serta mengirim dokumen pendukung yang dibutuhkan melalui surel ke kniu@kemdikbud.go.id dan incu.moec@gmail.com.

Itje menambahkan, KNIU bersama Dewan Pers akan berkoordinasi pada 5-14 Februari 2022 untuk menentukan tiga terbaik perwakilan Indonesia. Sehingga pada 15 Februari 2022 sudah dapat didaftarkan ke Kantor UNESCO Pusat.

Itje berharap, jurnalis Indonesia dapat mendaftarkan diri dan mengikuti kegiatan ini. Anugerah diberikan setiap tahun bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia setiap 3 Mei. Hadiah bagi pemenang sebesar 25 ribu dolar dan sertifikat serta penghargaan.

“Tahun ini, acara penghargaan secara global akak digelae di Punta del Este, Uruguay pada 3 Mei 2022.

Penerima penghargaan, jika dimungkinkan, akan memberi kuliah tentang topik yang berkaitan dengan karyanya. Penghargaan yang didanai beberapa pihak, yaity the Guillermo Cano Isaza Foundation dari Kolombia, the Helsingin Sanomat Foundation dari Finlandia, Namibia Media Trust and Democracy, dan Media Foundation Stichting Democratie and Media.

Pada 2021, peraih Penghargaan Guillermo Cano adalah jurnalis dan salah satu pendiri perusahaan media independen Rappler, asal Filipina, Maria Ressa. Ia berkiprah sebagai jurnalis investigasi selama 30 tahun.

Maria juga memeroleh Penghargaan Nobel Perdamaian 2021, sekaligus menjadi perempuan Filipina pertama yang pernah memenangi kategori itu.

“Saya yakin, jurnalis hebat seperti Maria Ressa ada banyak di Indonesia. Saya terinspirasi saat menonton pidato Maria Ressa. Kmi ingin menyosialisasikan kepada Dewan Pers. Saya melihat, kita punya potensi menerima anugerah ini,” pungkas Itje.

Sebagai infomasi, KNIU adalah lembaga yang didirikan berdasarkan mandat Konstitusi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Setiap negara wajib membentuk sebuah komite nasional.

Sebagai negara anggota PBB, Indonesia memiliki KNIU yang berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Rise dan Teknologi (Kemdikbudristek). (Tri Wahyuni)