JAKARTA (Suara Karya): Direktur Eksekutif Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Arlyana Abubakar, mengklaim laju inflasi di Ibu Kota Negara pada April 2023 masih tetap terjaga yakni sebesar 0,40 mtm. Hal ini diklaim tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholder terkait, yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jakarta dalam memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif).
Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis realisasi inflasi DKI Jakarta pada April 2023 sebesar 0,40 mtm. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 0,36 mtm.
Menurut BPS, hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan permintaan masyarakat pada periode HBKN Idul Fitri. Namun, secara tahunan inflasi Jakarta tetap terjaga rendah sebesar 3,69% yoy dan masih dalam kisaran sasaran yang ditetapkan 3%±1% yoy.
Lebih lanjut Arlyana menyatakan, Inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 4,33% yoy. Tekanan inflasi pada April 2023 terutama bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok transportasi, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Dari sisi kelompok makanan, minuman, dan tembakau kata Arlyana, pada April 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,52% mtm sehingga menyumbang 0,12% terhadap inflasi Jakarta. Inflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras didorong oleh peningkatan harga pakan serta permintaan masyarakat yang tinggi pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2023.
Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,76% mtm sehingga memberikan andil 0,09% terhadap inflasi Jakarta. Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan tarif berbagai moda transportasi yaitu tarif angkutan udara, angkutan antar kota, dan kereta api sejalan dengan arus mudik HBKN Idul Fitri 2023.
“Adapun pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami peningkatan inflasi sehingga menyumbang 0,06% terhadap inflasi Jakarta, yang utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan masih tingginya harga emas global dan tingginya permintaan terhadap emas perhiasan pada periode HBKN Idul Fitri,” kata Arlyana di Jakarta, Rabu (3/5/2023).
Menurutnya, laju inflasi Jakarta yang masih terjaga tersebut didukung oleh sinergi, kolaborasi serta koordinasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, termasuk dalam rangka implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Sekadar informasi, selama April 2023, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, yaitu:
a. Kunjungan pasar dalam rangka pemantauan stok dan harga, antara lain kunjungan bersama Presiden RI ke Pasar Rawamangun dan Johar Baru, serta kunjungan ke Perumda Dharma Jaya;
b. Kegiatan Pasar Murah/Operasi Pasar bersama, antara lain pangan bersubsidi di 336 titik yang dilaksanakan setiap hari, SPHP di 90 titik yang dilaksanakan setiap hari, serta operasi pasar murah yang diselenggarakan oleh BUMD Pangan dan DPPKUKM di 144 titik;
c. Talkshow Program Pengendalian Inflasi di dua saluran radio dalam rangka edukasi belanja bijak menjelang HBKN Idul Fitri 2023; serta
d. Rapat koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan stok dan harga. (Pram)

