Kolaborasi Dosen dan Professor Kelas Dunia Perkuat Riset dan Inovasi Nasional

0

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 78 perguruan tinggi Indonesia berkolaborasi dengan 78 profesor kelas dunia dalam World Class Professor (WCP) 2022. Ke-78 profesor kelas dunia itu berasal dari 22 negara.

“Jumlah perguruan tinggi yang terlibat dalam WCP 2022 ada kenaikan sedikit dibanding tahun lalu,” kata Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbusristek), Sofwan Effendi dalam seminar tentang WCP di Jakarta, Jumat (9/12/22).

WCP merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) sejak 2017.

Dosen penerima program WCP akan berkolaborasi dengan profesor kelas dunia untuk publikasi karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi tinggi dan mengundang profesor mitra sebagai visiting professor ke perguruan tinggi di Indonesia.

Sebaliknya, dosen juga diberi kesempatan untuk berkunjung sebagai visiting scholar pada institusi WCP, baik di dalam maupun luar negeri.

Tahun ini, penerima program WCP berjumlah 78 perguruan tinggi, 54 di antaranya merupakan perguruan tinggi negeri dan 24 merupakan perguruan tinggi swasta.

Sofwan Effendi meminta para dosen agar berinteraksi lebih aktif dengan profesor ternama dan unggul. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas, serta berkontribusi bagi pengembangan iptek dan penguatan sistem inovasi nasional.

Menurut Sofwan, program itu perlu diperkuat dan diperluas lagi dengan melibatkan lebih banyak profesor unggul Indonesia daripada mitra luar negeri.

“Kita angkat citra professor unggul dalam negeri agar bisa diakui, sejajar, serta memiliki jaringan yang luas dengan profesor kelas dunia lainnya,” ucapnya.

Karena itu, Sofwan berharap keluaran (outcomes) program itu bukan publikasi semata, namun inovasi yang mempunyai dampak besar bagi peningkatan daya saing bangsa.

Selain itu, salah satu tugas professor sambil menghasilkan professor baru, juga meluluskan mahasiswa doktor di bidang yang ia tekuni.

Hingga seminar ini diselenggarakan, luaran wajib yang dihasilkan dari program WCP tahun 2022 adalah 78 artikel dengan status under review, 2 accepted dan 1 published.

Si samping itu, beberapa luaran tambahan yang dihasilkan di antaranya, 41 kegiatan capacity building, 3 double degree, 2 joint degree, 29 joint supervision atau external examiner, 45 modul pembelajaran, 107 materi workshop, 16 draft pengembangan kurikulum, dan 7 draft manual/SOP (Standar Operasional Prosedur) laboratorium.

Luaran wajib tersebut pada akhir program diharapkan dapat meningkat dari yang semula under review menjadi accepted bahkan published.

Dalam kegiatan itu juga dipamerkan poster dari hasil riset kolaborasi yang dilakukan oleh dosen dan profesor Indonesia dengan profesor dari luar negeri.

Seminar menampilkan pembicara, antara lain Prof Tadashi Adachi dari Sophia University, Prof Ahmad Abu Siada dari Curtin University dan Prof Abdul Rohman dari Universitas Gajah Mada. (Tri Wahyuni)