Kolaborasi Duo Kementerian Kembangkan Talenta Digital Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) saling bersinergi untuk mengembangkan talenta digital Indonesia.

Sinergi dua kementerian itu dikukuhkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemdikbudristek, Nizam dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Litbang SDM) Kemkominfo, Hary Budiarto secara virtual, Senin (10/5/2021).

Kolaborasi memadukan Program Kampus Merdeka yang digagas Kemdikbudristek dengan Program Akademi Talent Scouting Academy (TSA) Digital Talent Scholarship (DTS) yang digagas Kemkominfo. Pemerintah memberi beasiswa pelatihan untuk mahasiswa yang berminat dan berbakat di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Kerja sama itu diharapkan dapat menumbuhkan talenta digital andal yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” tutur Nizam.

Ditambahkan, sinergitas itu juga diberikan ke mahasiswa yang ingin meningkatkan kompetensi keahlian di luar program studi yang saat ini sedang dijalani. Pemberian beasiswa talenta digital disalurkan melalui perguruan tinggi.

“Kami telah bekerja sama dengan 17 kementerian/Lembaga tinggi negara untuk mensinergikan program Kampus Merdeka. Bersama Kemkominfo, kami ingin melahirkan lebih banyak talenta digital dari perguruan tinggi,” katanya.

Program talenta digital menjadi penting, karena kemajuan Indonesia di masa depan akan ditentukan dari kesiapan SDM dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo, Hary Budiarto menjelaskan, program
Beasiswa talenta digital dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja di era industri 4.0. Talenta yang tak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia.

“Program talenta digital ini harus digarap bersama, tak hanya pemerintah tapi juga lembaga, organisasi hingga korporasi swasta agar hasilnya lebih masif dan merata di seluruh Indonesia,” ujar Hary.

Untuk itu, lanjut Hary, peran pemerintah tak hanya melaksanakan program pengembangan SDM, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan SDM.

“TSA merupakan salah satu akademi unggulan dari DTS. Target peserta adalah mahasiswa terbaik di tingkat akhir yang memiliki minat dan bakat di bidang TIK untuk ikut pelatihan dan magang kerja di industri TIK selama 6 bulan atau 1 semester masa perkuliahan,” katanya.

Mahasiswa peserta TSA akan dapat sertifikasi global bidang TIK dan fast-track Program Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Kominfo. Tujuan akhir program adalah menciptakan diaspora Indonesia yang pengalaman di luar negeri.

“Mereka akan ditarik kembali untuk membangun industri domestik nasional dan berkontribusi pada ekonomi digital Indonesia,” ucap Hary.

Perjanjian Kerja Sama itu akan menjadi payung hukum pelaksanaan Program Kampus Merdeka yang dilaksanakan oleh Ditjen Dikti dan DTS yang merupakan salah satu program unggulan Balitbang SDM Kementerian Kominfo.

Program DTS 2021 Kementerian Kominfo memiliki beberapa akademi sesuai kebutuhan calon peserta, antara lain Vocational Graduate Academy (VGA), Fresh Graduate Academy (FGA), Thematic Academy (TA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Profesional Academy (PROA), Government Transformation Academy (GTA) dan Talent Scouting Academy (TSA). Informasi lebih lengkap bisa di akses di digitalent.kominfo.go.id. (Tri Wahyuni)