Suara Karya

Kolaborasi Indonesia – Selandia Baru Kian Menguat di tengah Pandemi Jakarta

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia dan Selandia Baru telah menyelenggarakan Senior Officials’ Meeting (SOM) ke-10 secara virtual (22/7). Pandemi COVID-19 tidak menghalangi Indonesia dan Selandia Baru untuk terus memperkuat hubungan dan interaksi antar kedua negara.

Diskusi dipimpin oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Bapak Abdul Kadir Jailani bersama Deputy Secretary Americas and Asia Group, Ministry of Foreign Affairs and Trade Selandia Baru, Mr. Mark Sinclair.

Indonesia dan Selandia Baru membahas upaya penanganan COVID-19 di masing-masing negara serta pentingnya kerja sama multilateral dalam menjamin akses yang setara dan adil untuk vaksin COVID-19. Secara khusus, Dirjen Aspasaf mengapresiasi rencana dukungan Selandia Baru untuk penanganan COVID-19 di Indonesia, berupa ventilator non-invasif, alat rapid test, dan dukungan kapasitas kepada Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Dalam pertemuan, kedua negara perkuat komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar IDR 40 triliun (NZD 4 miliar) di tahun 2024. Selandia Baru sampaikan dukungan terhadap Pacific Exposition ke-2, yang akan diadakan Indonesia secara virtual pada 27-30 Oktober 2021. Diharapkan pelaksanaan Pacific Exposition ke-2 dapat berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi di Pasifik.

Di bidang investasi, Kemlu mendorong peningkatan investasi Selandia Baru ke Indonesia, khususnya dalam sektor energi terbarukan. Deputy Secretary Mark Sinclair menyambut positif peluang investasi tersebut.

Selanjutnya, kedua negara menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas, serta memajukan prinsip-prinsip dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific di kawasan, termasuk sentralitas ASEAN. Indonesia dan Selandia Baru juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di Kawasan Pasifik.

Indonesia dan Selandia Baru telah menjalin kemitraan komprehensif sejak tahun 2018. Setiap tahunnya, kedua negara menyelenggarakan pertemuan di tingkat pejabat senior (SOM) untuk membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama serta mengevaluasi implementasi Plan of Action for the Indonesia – New Zealand Comprehensive Partnership, dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri.(Bobby MZ)

Related posts