Kolaborasi Kemdikbudristek-Kemendes PDTT Kembangkan SDM Desa

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di desa.

“Pendidikan vokasi bisa menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan di desa lewat penciptaan teknologi tepat guna,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Wikan Sakarinto dalam acara ‘Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXII tahun 2021’, di Jakarta, Senin (20/9/21).

Pada akhir acara, Ditjen Diksi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Badan Pengembangan dan Informasi, Kemendes PDTT tentang Penguatan Peran Pendidikan Vokasi dalam Pengembangan dan Pemberdayaan Pemerintah Desa, Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Kawasan Transmigrasi.

Wikan menambahkan, pendidikan vokasi selama ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang terampil, kompeten, berdaya saing, dan berkarakter sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).

Untuk itu, dibutuhkan komitmen kuat berbagai pihak untuk membangun taut suai (link and super-match) paket 8+i antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha, dunia industri dan kerja (DUDIKA).

“Sebagai program prioritas yang sedang digaungkan pemerintah, pendidikan vokasi disiapkan untuk melahirkan SDM unggul yang kompeten, inovatif, kreatif, serta mampu berdaya saing secara global. Dengan demikian, pendidikan vokasi merupakan jawaban atas tantangan zaman untuk mengoptimalkan potensi masyarakat,” ucapnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi, Kemendes PDTT, Suprapedi. Ia menilai pentingnya menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat fondasi bersama dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa menjalin kemitraan untuk seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan desa,” ujar Suprapedi.

Untuk itu, Ditjen Diksi siap memfasilitasi pembelajaran di daerah tertinggal dan transmigrasi dengan menyelarasakan kurikulum SMK yang sesuai kebutuhan industri, mendukung inovasi dan penerapan teknologi tepat guna.

Ditjen Diksi juga menyiapkan peningkatan kapasitas kewirausahaan dalam pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi melalui Program Kecakapan Wirausaha (PKW) maupun Program Kecakapan Kerja (PKK).

“Lewat akselerasi pembangunan desa ini, kami akan mengerahkan satuan pendidikan vokasi baik SMK, perguruan tinggi vokasi, maupun lembaga kursus dan keterampilan untuk melahirkan inovasi-inovasi teknologi tepat guna,” tutur Wikan.

Inovasi itu termasuk pengembangan SDM di desa, daerah tertinggal, serta kawasan transmigrasi dengan memperhatikan potensi lokal yang ada.

Sebagai informasi, Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2021 merupakan kegiatan tahunan berskala nasional yang digelar Kemendes PDTT secara daring. Kegiatan didahului dengan rangkaian lomba dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. (Tri Wahyuni)