Kolaborasi Kemkes dan PERSI Wujudkan Transformasi Layanan kesehatan

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan (Kemkes) menggandeng Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) guna mewujudkan transformasi layanan kesehatan di Tanah Air. Karena pemerintah tak bisa bekerja sendirian.

Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr Dante Saksono Harbuwono dalam acara Hospital Expo yang digelar PERSI, di Jakarta, Rabu (19/10/22).

Menurut Dante, PERSI memiliki potensi yang besar untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan. Karena organisasi tersebut beranggotakan 3.070 rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Potensi besar yang besar itu harus kita manfaatkan,” ucapnya menegaskan.

Apalagi, lanjut Dante, teknologi kedokteran berkembang begitu pesatnya. Salah satunya, teknologi kedokteran presisi, dimana pelayanan berdasarkan model genomik. Semua itu harus diadaptasi oleh PERSI

“Dengan melakukan perubahan-perubahan tersebut dan pemetaan masalah kesehatan yang ada saat ini, PERSI harus mengambil peran di dalamnya. Dan yang tak kalah penting, kemampuan manajerial akan lebih baik dibanding sekarang,” tuturnya.

Terkait pernyataan tersebut, Ketua Umum PERSI Pusat, dr Bambang Wibowo menyatakan bangga dijadikan mitra pemerintah dalam proses transformasi layanan kesehatan. Apalagi PERSI juga menjadi wadah bagi 18 perkumpulan atau organisasi perumahsakitan di seluruh Indonesia.

“PERSI dibentuk untuk memajukan perumahsakitan Indonesia, sehingga dapat memberi layanan prima, yang mengedepankan mutu dan keselamatan pasien,” kata Bambang Wibowo.

PERSI sebagai mitra pemerintah mendukung dan mensukseskan Sistim Kesehatan Nasional dan Pelayanan Kesehatan Indonesia dengan memfasilitasi, memberdayakan, mengadvokasi, mengkonsolidasi serta menaungi hak anggota-anggotanya dalam mewujudkan professionalisme hingga siap bersaing di kancah Asia atau internasional.

“Kami juga ingatkan kepada seluruh rumah sakit untuk memberi layanan kesehatan secara optimal kepada pasien reguler yang terbatasi kunjungannya karena pandemi covid-19. Rumah sakit harus mampu menarik pasien lama agar kembali berobat pascapandemi,” ujarnya.

Bambang Wibowo menjelas, agenda Hospital Expo selain pameran, juga menggelar seminar yang diharapkan dapat membuka wawasan civitas hospitalia, stakeholders, dan shareholders rumah sakit di Indonesia.

Topik seminar beragam, antara lain, strategi rumah sakit menuju persaingan global, strategi rumah sakit dalam membangun pasien yang loyal, budaya keselamatan pasien rumah sakit dan implementasi komunikasi efektif dalam membangun ‘patient loyalty’.

Hadi memberikan pidato kunci, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesi, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ditambahkan, PERSI juga memberi penghargaan kepada rumah sakit yang memiliki komitmen pelayanan yang mengedepankan mutu dan budaya keselamatan pasien serta terus menggelorakannya. (Tri Wahyuni)