Komisi I Dorong Parlemen Jerman Jajaki Kerja Sama dengan ASEAN

0
Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyari

JAKARTA (Suara Karya): Komisi I DPR RI menerima kunjungan Parlemen Republik Federal Jerman dalam rangka membahas kemungkinan penjajakan kerja sama multilateral dengan negara-negara di ASEAN. Komisi I DPR RI kemudian mendorong Jerman untuk memperkuat kerja sama antara Jerman dengan ASEAN, karena banyak keuntungan yang dapat diraih dari berbagai sektor.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengungkapkan pentingnya hubungan antar negara di tengah kerumitan dunia Internasional, dengan bergulirnya perang berbagai sektor yang didominasi China dan Amerika, bahkan termasuk adanya sisi Rusia.

“Semestinya tidak boleh ada kekuatan seperti ini. Melainkan harus dibangun secara multilateral diantara berbagai negara,” ujar Kharis, usai pertemuan dengan pimpinan dan anggota parlemen Republik Federal Jerman, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2019). Turut hadir sejumlah pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, Komisi I DPR RI juga meyakinkan Jerman agar melakukan investasi di Indonesia. Menurutnya saat ini Indonesia dalam keadaan stabil. Selain itu, masih kata Kharis, Indonesia juga pasar yang sangat potensial bagi para pengusaha dalam negeri Jerman untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

“Kami menginginkan Parlemen Jerman dapat meyakinkan investor dalam negeri Jerman, bahwa Indonesia stabil. Indonesia adalah tempat yang sangat potensial untuk Jerman melakukan investasi. Hal ini disambut juga dengan baik dan kemungkinan untuk dibangunnya kerja sama antara chamber of commerceatau KADIN kedua negara,” ujar Kharis.

Kunjungan Parlemen Republik Federal Jerman dalam rangka kunjungan balasan dari Parlemen Indonesia sebelumnya ke negara mereka. Dihadiri oleh enam Anggota Parlemen, Parlemen Jerman juga didampingi oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia. Selain melaksanakan pertemuan di ruang rapat, mereka juga menyempatkan berkeliling Gedung DPR RI. (Gan)