Komisi X Sayangkan Pengurangan Anggaran Mitra Kerja

0
Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto Udjianto. (Foto: Ist)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto, menyayangkan pengurangan anggaran pada mitra kerjanya, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti).

“Bagaimana potret pendidikan kita mau berubah kalau anggaran dikurangi terus. Bagaimana SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi prioritas namun anggaran untuk pemambangunan pemuda dikurangi. Apakah pemerintah serius mau mengembangun SDM,” keluhnya saat ditemui wartawan, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Indikator Dasar penyusuan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020 adalah peningkatan SDM, namun anggaran Kemenpora hanya Rp 1,4 triliun dan anggaran Kemendikbud hanya Rp 34 triliun.

“Kemenpora merupakan kementerian yang strategis, kalau anggaran dan program hanya itu itu saja saya pikir tidak menjawab keiinginan presiden mengembankan dan meningkatkan SDM,” jelasnya.

Belum lagi, lanjut Djoko, kalau melihat peringkat perguruan tinggi Indonesia saat ini berada pada peringkat 600 di dunia.

“Saya prihatin melihat dunia pendidikan kita. Perguruan tinggi kita berada di urutan ke 600 di dunia. Jika disejajarkan dengan negara lain, pendidikan kita jauh sekali, ada di urutan 600 dunia. Dana riset dikurangi, jangan sampai kualitas kita tidak terarah,” ucapnya.

Indonesia memang memiliki anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Namun menurutnya, dana tersebut tidak fokus kepada pendidikan di Kemendikbud dan Kemenristekdikti saja, tetapi terbagi kepada pendidikan serta pelatihan di kementerian dan lembaga lain.

“Mestinya anggaran 20 persen untuk pendidikan fokus hanya untuk Kementerian Pendidikan dan Kemenristekdikti. kalau seperti ini terus potret pendidikan Indonesia tidak akan berubah,” jelasnya.

Untuk itu, legislator Fraksi Partai Demokrat ini menegaskan Komisi X DPR RI akan terus mendorong mitra kerjanya untuk terus memperbaiki RAPBN tahun 2020, sebelum disampaikan pada Nota Keuangan APBN oleh Presiden pada tanggal 16 Agustus nanti. (Gan)