Konsumsi Cepat Saji Berisiko Penyakit Kanker, Diabetes, dan Ginjal

0
Ilustrasi: makanan cepat saji. (istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Hindari mengonsumsi makanan seperti daging olahan (hotdog, sosis, daging asap), kopi yang dicampur gula, margarin, makanan kaleng, dan camilan kemasan. Mengapa? Karena makanan tersebut dapat menyebabkan resiko penyakit kanker, diabetes, dan ginjal. Juga batasi berbagai makanan cepat saji.

Berhenti merokok

50% kemungkinan untuk meninggal, setengahnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Merokok akan menyebabkan usia berkurang 10 tahun.

Pada saat anda mengkonsumsi rokok maka ada zat Dopamin yang membuat anda adiktif, karena akan membuat anda merasa nyaman, maka pada saat zat Dopamin berkurang akan timbul dari anda untuk merokok kembali.

Anda dapat lakukan dengan 3 cara, yaitu Berhenti seketika, Lakukan penundaan, atau Lakukan pengurangan. Rokok penyebab 80% kematian akibat penyakit kanker paru dan memiliki resiko 3 kali lebih tinggi terkena stroke.

Hindari Stress

Mengenali Kebiasaan dan penyebab stress, mengubah kebiasaan buruk saat stress, memperbaiki pola hidup, luangkan waktu untuk bersantai sejenak, Stay positif.

Kontrol hipertensi, Kolesterol, dan Gula Darah Tinggi
Lakukan kontrol hipertensi, kolesterol, dan gula darah dengan melakukan Medical Check Up (MCU) secara berkala.

Cegah Obesitas

Dengan melakukan pola makan sehat dan cukupi asupan kandungan karbohidrat, protein, dan serat yang berimbang.

Olahraga Teratur

Kenali status kesehatan anda sebelum memulai olahraga, sesuaikan kemampuan anda dan jangan memaksakan diri. Pilih olahraga yang bersifat aerobik dan lakukan dengan durasi 30 menit sebanyak 3-5 hari dalam seminggu.

Olahraga Ideal Pemilik Riwayat Jantung

Adapun pada sesi tanya jawab melalui aplikasi zoom, salah satu peserta mengajukan pertanyaan akan pola ideal dalam berolahraga. Mengacu sejumlah kasus pada masyarakat yang henti jantung saat berolahraga hingga berujung pada kematian.

“Henti jantung dimulai dari adanya Timbunan lemak/plak yang menghambat aliran pembuluh darah dan bisa lepas atau ikut terbawa aliran saat pacu jantung bekerja dengan berat, salah satunya melalui olahraga. Pada akhirnya saat plak itu terlepas akan menyumbat sepenuhnya pada aliran pembuluh darah yang mengakibatkan hentinya pacu jantung,” tutur Arief menjawab pertanyaan sejumlah peserta Webinar.

“Lakukanlah olahraga yang ringan dan santai seperti berlari/jalan santai atau joging selama diukur sesuai kemampuan dan jangan memaksakan jantung bekerja terlalu berat”, imbuh Arief.

Dalam sesi penutup, diingatkan pula akan usia muda bukan jaminan kita dapat hidup sehat. “Lakukan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga secara rutin dan jaga asupan gizi yang berimbang,” pungkas Arief. (Pramuji)