Kontingen Paralimpiade Indonesia Buat Kejutan Perbaiki Peringkat

0

JAKARTA (Suara Karya) : Setelah menunggu 41 tahun tak kebagian medali emas, kontingen paralimpiade Indonesia membuat kejutan langsung menyabet 2 medali emas lewat cabang para bulutangkis di Tokyo.

Dengan raihan 2 medali  dicabang para bulutangkis di hari terakhir paralimpiade Tokyo, tim merah
putih mengumpulkan 2 medali emas,
3 perak dan 4 perunggu yang berlangsung 24 Agustus – 5 September 2021.

Leani Ratri Oktila jadi sosok penting di balik keberhasilan Indonesia karena meraih 2 medali emas bersama Khalimatus Sadiyah (ganda putri) dan Hary Susanto (ganda campuran).

Raihan dua medali emas tersebut melebihi target awal kontingen Merah Putih yang hanya memprediksi meraih satu medali emas pada Paralimpiade Tokyo 2020.

Selain itu, Indonesia juga berhasil memperbaiki peringkat dalam klasemen umum perolehan medali Paralimpiade.

Sebelumnya di Rio de Janeiro, Brasil, 2016, Indonesia finis di peringkat ke-75 dengan torehan satu keping medali perunggu.

Lima tahun berselang, Indonesia melejit dengan menduduki peringkat ke-43 alias naik 32 setrip dari posisi saat Paralimpiade Rio 2016.

CdM Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo 2020, Andi Herman, mengatakan bangga dengan hasil yang diraih kontingen Merah Putih dalam ajang tersebut.

Meraih emas kedua ini adalah prestasi yang luar biasa bagi bangsa Indonesia dan jadi sejarah bagi NPC Indonesia. Semoga di tahun mendatang medali emas dan peringkat bisa bertambah baik lagi.

“Hasil ini juga memberikan inspirasi bahwa atlet Indonesia bisa berprestasi di kancah dunia.”ujar Andi lewat sambungan internasional.

“Jadi hasil ini merupakan prestasi yang luar biasa karena mampu melebihi target awal yang kami tetapkan sebelum berangkat ke Paralimpiade 2020. Hal itu dapat membawa nama harum bangsa dan negara,”paparnya. (Warso)