Koperasi, Laboratorium Calon Wirausahawan Muda

0

JAKARTA (Suara Karya): Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Budi Mustopo, menegaskan bahwa koperasi bisa dijadikan sebagai laboratorium bagi calon wirausahawan muda.

“Mengingat, koperasi dapat meningkatkan nilai tambah pendapatan dan kesejahteraan melalui bisnis yang dijalankan oleh koperasinya. Terlebih lagi, lahan bisnis atau bidang usaha itu, sangatlah banyak dan bervariatif, bahkan jumlahnya tak terbatas, tinggal bagaimana bisa memanfaatkannya dengan menggabungkan semua instrumen yang ada dalam koperasi itu sendiri. Sehingga bila berjalan, maka menjadi sebuah aktifitas yang dapat menguntungkan,” ujar Budi, dalam diskusi bertajuk ‘Wirausaha Baru bagi Kalangan Media Massa’, di Kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Terkait kewirausahaan, dia melanjutkan, saat ini ekosistem dan unsur-unsur penunjang untuk berwirausaha, sudah tersedia dan sudah lengkap. Seperti regulasi, sumberdaya manusia, aspek pasar termasuk aspek modalnya.

“Tinggal bagaimana kita mau dan berani atau tidak untuk memanfaatkan semua itu. Karenanya, kita terua berupaya memantik atau memancing masyarakat untuk mau dan berani terjun berwirausaha,” ujarnya menambahkan.

Terkait dengan itu, Budi mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi bidang Pengembangan SDM, telah melakukan upaya melalui pemberian program-program berupa pelatihan. Dimulai dari sosialisasi dan peningkatan kapasitas SDM koperasi melalui pemberian sertifikasi SKKNI tanda kompetensi.

“Itu semua kami lakukan, karena pemerintah ingin agar wirausaha di Indonesia tumbuh dan berkembang. Karena, wirausaha itu muaranya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” ujarnya.

Budi memaparkan, data menunjukan bahwa sektor UMKM dapat menyumbangkan terhadap PDB hinga mencapai 60 persen. Bahkan, sektor ini bisa menyerap angka pengangguran hingga mencapai 90 persen.

Sebab, kata dia, ketika wirausaha itu tumbuh, dapat dipastikan akan membutuhkan tenaga kerja. Artinya, dengan penyerapan tenaga kerja ini, dengan sendirinya telah mengurangi angka pengangguran yang berujung pada peningkatan kesejahteraan, sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

“Itulah sebabnya, penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan melalui program peningkatan kapasitas SDM KUMKM yang dilakukan Deputi bidang Pengambangan SDM, menjadi prioritas selama ini,” ujarnya lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, dia menyindir soal keberadaan koperasi Forwakop yang hingga saat ini belum berjalan optimal.

Budi menyayangkan, koperasi Forwakop hingga saat ini belum memiliki usaha, sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Bisa jadi, belum berjalannya bisnis koperasi Forwakop ini, lebih dikarenakan kesibukan anggotanya yang berprofesi sebagai wartawan,” katanya.

Padahal, kata dia, bisnis yang dijalankan koperasi ini, dapat menjadi cikal bakal bagi berkembangnya koperasi Forwakop itu sendiri. (Gan)