Korban Konflik Minta Pemerintah Bayar Rp3 Miliar

0
Foto Ilustrasi

WAMENA (Suara Karya): Pihak keluarga dari korban meninggal dunia dalam konflik warga antarkampung di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, meminta pemerintah setempat membayar Rp3 miliar atas satu anggota keluarga yang tewas.

“Keluarga korban meninggal menuntut keluarga pelaku sebanyak 30 ekor babi dan menuntut pemerintah membayar Rp3 miliar,” kata Penjabat Sementara Bupati Jayawijaya Doren Wakerkwa di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (7/6).

Konflik antarwarga itu berlangsung dua hari lalu. Pada hari ketiga Forkopimda Jayawijaya langsung datang ke lokasi untuk memediasi menyelesaikan masalah agar tidak berlanjut.

“Mereka sudah mengevakuasi semua korban ke rumah sakit dan keluarga korban sudah membakar jenazah. Ini tanda bahwa perang sudah selesai,” katanya.

Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba mengatakan satu orang yang meninggal dan ditemukan di lokasi konflik merupakan korban insiden tersebut sebab dari hasil visum, terdapat luka panah dan terkena lemparan batu.

“Jadi bukan karena terkena amunisi atau terkena tembakan yang dilakukan oleh aparat Polri-TNI pada saat warga melakukan perlawanan kepada aparat kemarin,” katanya.

Polisi mengharapkan Kepala Distrik Walesi dan Kepala Distrik Wouma serta tokoh masyarakat bersama-sama menyelesaikan permasalahN tersebut dengan jalan damai agar tidak terulang lagi.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun mengatakan TNI bersama kepolisian akan melakukan patroli gabungan di lokasi tersebut guna mengembalikan keamanan dan kenyamanan di Wouma dan Welesi. (Singgih BS)